Ket. Foto : Nampak suasana pelatihan pangkas rambut bagi pemuda yang digelar Dispora Kabupaten TTS
Laporan Reporter SUARA TTS. COM, DionKota
SUARA TTS. COM | SOE – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten TTS melalui bidang pemuda menggelar pelatihan pangkas rambut. Sebanyak 15 pemuda ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut.
Kabid Pemuda, Isak Babys mengatakan, dalam menggelar pelatihan pangkas rambut, Dispora TTS menggandeng pangkas rambut Imanuel sebagai instruktur.
Ia menyebut animo anak muda untuk mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi. Namun karena keterbatasan anggaran, maka peserta dalam pelatihan tersebut hanya dibatasi 15 orang.
“ Banyak anak muda yang sudah masukan proposal untuk bisa mengikuti kegiatan pelatihan ini tapi anggaran kita terbatas. Sehingga tahun ini hanya 15 peserta yang bisa kami akomudir,” ungkap Babys kepada wartawan Jumat 21 November 2025.
Untuk diketahui kegiatan pelatihan pangkas rambut sudah dimulai sejak Kamis 20 November 2025 bertempat di kantor Dispora. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten 1, Deny Nubatonis yang didampingi Kepala Dispora Kabupaten TTS, Wilgo Nenometa.
Selain mendapatkan pelatihan keterampilan pangkas rambut, para peserta juga mendapatkan materi terkait manajemen pengelolaan usaha pangkas rambut dan seperangkat peralatan pangkas rambut.
“ Setelah pelatihan, para peserta akan mendapatkan bantuan masing-masing satu set peralatan pangkas rambut agar bisa membuka usaha sendiri. Hal ini dilakukan guna mendorong para pemuda untuk bisa berwirausaha secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispora TTS, Wilgo Nenometa menjelaskan, pelatihan pangkas rambut khusus pemuda sudah dua kali digelar Dispora. Pada tahun 2024 sebanyak 30 pemuda mengikuti kegiatan tersebut. Dari hasil monev sebagian peserta pelatihan sudah membuka usahanya sendiri bahkan ada 1 peserta atas nama Abian Nenotek yang saat ini membuka usaha pangkas rambut di Bali.
Oleh sebab itu, kepada 15 peserta yang mengikuti pelatihan di tahun 2025 diharapkan pasca kegiatan bisa membuka usaha secara mandiri.
“ Kita ingin mendorong anak muda untuk berani membuka usaha sendiri pasca pelatihan ini. Hal ini guna mewujudkan kemandirian ekonomi para pemuda,” terang Wilgo. (DK)
















