Example 728x250
Berita

Pentahbisan Gereja Efata Skau, Sekretaris Sinode GMIT Tekankan Kemitraan dan Pembinaan Generasi Muda

17
×

Pentahbisan Gereja Efata Skau, Sekretaris Sinode GMIT Tekankan Kemitraan dan Pembinaan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Gedung Gereja Efata Skau 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Jemaat Gereja Efata Skau, Klasis Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), merayakan pentahbisan gedung gereja pada Jumat (9/10/2026).

Example 300x600

Momentum bersejarah ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah, tetapi juga menjadi titik awal penguatan pelayanan dan pembinaan generasi muda.

Sekretaris Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, M.Si., dalam Suara Gembala Majelis Sinode GMIT, menegaskan bahwa gereja harus membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar pelayanan kepada jemaat semakin luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga berharap Gedung Gereja Efata Skau tidak hanya menjadi tempat ibadah setiap hari Minggu, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan iman, pengembangan talenta, dan kreativitas anak-anak serta generasi muda.

Menurutnya, keberadaan gedung gereja harus diikuti dengan kegiatan pelayanan yang hidup dan mampu menjawab kebutuhan jemaat dari berbagai kelompok usia.

Anak-anak dan generasi muda, misalnya, dapat memanfaatkan fasilitas gereja untuk belajar musik, berlatih menyanyi, mengembangkan bakat, serta mengikuti kegiatan positif yang mendukung pertumbuhan iman dan pembentukan karakter.

Pesan tersebut menegaskan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga pusat pertumbuhan iman, pendidikan karakter, persekutuan, dan pengembangan potensi generasi penerus.

Pentahbisan Gedung Gereja Efata Skau dihadiri Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, M.Si.; Ketua Majelis Klasis Amanuban Selatan, Pdt. Yorim Yosafat Kause, S.Th.; Penjabat Desa Persiapan Saisana, Kecamatan Noebeba; serta perwakilan donatur pembangunan, Viktor Surya Agung Soetektjo bersama istri, yang hadir mewakili Tuan Dipo Soekamto.

Turut hadir para pendeta se-Klasis Amanuban Selatan, jemaat Gereja Efata Skau, dan sejumlah tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tarian penyambutan dan natoni, tradisi tutur masyarakat Timor yang sarat dengan nilai penghormatan, persaudaraan, dan penerimaan terhadap para tamu.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti, pelepasan burung merpati, pengguntingan pita, serta penyerahan kunci gedung gereja.

Puncak kegiatan berlangsung dalam kebaktian pentahbisan yang dipimpin Pdt. Marlon P. Foeh, S.Th. Ibadah tersebut menjadi ungkapan syukur jemaat atas selesainya pembangunan gedung yang akan digunakan untuk menunjang kehidupan persekutuan dan pelayanan gereja.

Dalam sambutannya, Viktor Surya Agung Soetektjo, yang mewakili Tuan Dipo Soekamto sebagai donatur pembangunan, berpesan agar jemaat menjaga dan merawat gedung gereja serta memanfaatkannya secara bertanggung jawab untuk kepentingan pelayanan.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab jemaat tidak berhenti pada perayaan pentahbisan. Gedung gereja yang telah dibangun perlu dipelihara bersama agar dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan.

Dukungan donatur dalam pembangunan Gedung Gereja Efata Skau menjadi bagian dari semangat kepedulian dan kemitraan yang berkontribusi terhadap kehidupan bergereja.

Pesan tersebut sekaligus menekankan pentingnya rasa memiliki, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas pelayanan yang telah tersedia.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan sambutan dari Pemerintah Desa Persiapan Saisana, Kecamatan Noebeba.

Kehadiran unsur pemerintah menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terpelihara untuk mendukung persaudaraan, kedamaian, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah rangkaian ibadah dan sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan.

Pentahbisan Gedung Gereja Efata Skau diharapkan menjadi momentum bagi jemaat untuk semakin memperkuat komitmen pelayanan, membangun kemitraan, serta menghadirkan kegiatan gerejawi yang menjawab kebutuhan umat.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600