Ket foto : Nampak akademisi IAKN KupangKristen Dwi Kristinningati, S.Th., M.Pd.K., Ph.D Camp Pemuda GMIT Nekmese yang digelar Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Kanaan Nunuhboko pada 28–29 Desember 2025 di Desa Nekmese.
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Materi edukasi seks dalam perspektif iman Kristen menjadi salah satu sorotan dalam Camp Pemuda GMIT Nekmese yang digelar Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Kanaan Nunuhboko pada 28–29 Desember 2025 di Desa Nekmese, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Kegiatan pembinaan yang diikuti sekitar 350 pemuda dari empat mata jemaat GMIT Nekmese serta jemaat undangan ini menghadirkan akademisi IAKN Kupang,Dwi Kristinningati, Ph.D, sebagai narasumber utama dalam sesi edukasi seksualitas berbasis iman.
Dalam pemaparannya, Dwi Kristinningati menekankan pentingnya pemahaman seks yang sehat, bertanggung jawab, dan sesuai nilai-nilai kekristenan, terutama di tengah tantangan pergaulan bebas, pernikahan dini, dan risiko kesehatan reproduksi di kalangan remaja dan pemuda.
Materi tersebut melengkapi pembahasan dari Dinas Kesehatan TTS yang mengedukasi peserta tentang bahaya HIV/AIDS dan pernikahan dini, serta Kapolsek Kie yang mengulas peran pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ket foto : Nampak anggota DPRD TTS, Pitterzius I Kefi saat berbicara di Camp Pemuda GMIT Nekmese
Camp pemuda yang mengusung tema “Pemuda Kristen yang Beriman, Bertanggung Jawab, dan Berdampak” ini bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki iman kokoh, karakter matang, serta kepedulian sosial.
Pendeta Wilayah Nekmese, Pdt. Delsy Talan, S.Th, menegaskan bahwa pemuda Kristen perlu memahami iman secara utuh, termasuk dalam menyikapi isu-isu kehidupan sehari-hari secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTS melalui alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD TTS, Pitterzius I Kefi sebagai bagian dari upaya bersama membina generasi muda yang sehat secara moral dan berdaya saing.
Melalui edukasi yang komprehensif, panitia berharap para pemuda gereja memiliki pemahaman yang benar tentang seksualitas, mampu menjaga diri, serta menjadi teladan dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.(Sys/ST).

















