Ket foto ; Ilustrasi
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Bonefasius Sette, orang tua siswa bernama Irenius Sette, mengeluhkan persoalan data pendidikan anaknya yang hingga kini belum jelas, padahal yang bersangkutan tengah duduk di kelas IX SMP Negeri Kaeneno dan sedang bersiap menghadapi ujian.
Bonefasius mengaku mengetahui adanya masalah data anaknya sekitar dua minggu lalu setelah mendapat informasi dari pihak sekolah.
Ia kemudian mendatangi SD Inpres Tunis untuk meminta penjelasan, namun disebut hanya mendapat jawaban bahwa persoalan tersebut akan diurus kemudian.
“Saya ke sana mereka bilang tunggu sementara, padahal dari SMP menuntut harus segera karena ini kelas persiapan ujian. Saya juga sudah sampaikan ke Ketua Komite supaya bisa bantu,” ujarnya.
Ia mengaku telah bertemu langsung dengan kepala sekolah dan operator SD Inpres Tunis, namun hingga kini belum ada kejelasan penyelesaian.
Bonefasius berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberikan perhatian agar anaknya tetap bisa mengikuti ujian.
“Kalau kepala SD Inpres Tunis tidak merespons, maka saya akan membawa persoalan ini ke Komisi IV DPRD,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri Kaeneno, Debora A.E. Koy, S.Pd.,Gr, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Irenius Sette merupakan siswa pindahan dari Kefamenanu dan saat ini tercatat sebagai siswa kelas IX.
Namun ketika pihak sekolah melakukan input data, nama siswa tersebut tidak ditemukan dalam sistem.
“Kami sudah mencari data menggunakan nama dan NISN, tetapi tidak ditemukan. Kami juga sudah ke Dinas, namun operator juga kewalahan karena data tidak muncul di pangkalan data,” jelasnya.
Menurut Debora, pihak sekolah bahkan meminta siswa kembali ke sekolah sebelumnya di Kefamenanu untuk menelusuri data. Namun di sekolah tersebut diketahui bahwa pendaftaran dilakukan secara manual dan tidak pernah dilakukan mutasi data dapodik.
Setelah berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diketahui bahwa sumber persoalan diduga berasal dari data dapodik di SD Inpres Tunis yang tidak ditemukan.
Pihak SMP Negeri Kaeneno menduga kemungkinan NISN siswa bermasalah, bahkan berpotensi menggunakan data orang lain jika tidak segera diperbaiki.
“Kalau NISN tidak jelas maka ijazah bisa tidak diakui. Kami sudah berupaya tiga kali ke dinas agar persoalan ini segera diselesaikan karena kami harus segera impor data Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk masuk Daftar Nominasi Sementara (DNS),” tambahnya.
Pihak SMP Negeri Kaeneno menyatakan terus berupaya agar siswa tersebut tetap bisa mengikuti ujian dan memperoleh ijazah. Namun hingga saat ini, data Irenius Sette belum juga ditemukan di sistem dapodik.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SD Inpres Tunis belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.(Sys).

















