Ket foto : Nampak Usman Husin saat mengunjungi Kelompok Pembudidaya Ikan di Kesetnana
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mengunjungi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mandiri di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (3/2/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pemanfaatan bantuan pemerintah sekaligus mendorong penguatan sektor perikanan budidaya dan pertanian bernilai ekonomi di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu diketahui sebanyak enam kelompok pembudidaya ikan di wilayah Kesetnana menerima bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan lele sistem bioflok Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut berasal dari Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota dari 6 kelompok pembudidaya ikan dan ayam, Kepala Desa Kesetnana, tenaga Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL), sesepuh daerah Paul Mella serta tokoh masyarakat Yefta Mella.
Di hadapan para anggota kelompok, Usman Husin menegaskan bahwa Desa Kesetnana menjadi salah satu fokus dan sasaran program bantuan pemerintah di sektor budidaya perikanan, dan bantuan ayam.
Menurutnya, peluang pengembangan budidaya ikan di wilayah tersebut masih sangat besar dan pihaknya sediakan hingga 2,5 juta bibit ikan. Namun ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memikirkan aspek pemasaran.
“Yang penting siapkan kolamnya, tapi pasar juga harus dipikirkan. Bantuan pemerintah masih banyak tersedia. Kalau mau pengembangan ikan, ayam atau usaha lainnya silakan diinformasikan, yang penting wadahnya disiapkan,” ujarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan sektor perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti kopi dan kelapa. Menurutnya, kelapa merupakan komoditas jangka panjang dengan manfaat luas karena hampir seluruh bagian tanaman memiliki nilai jual.
Ia bahkan menyebut peluang ekspor kelapa terbuka hingga pasar internasional seperti China.
“Tanam tanaman yang punya nilai jual tinggi. Saya minta bantuan disesuaikan dengan kondisi daerah. Kita jadikan Kesetnana sebagai kebun contoh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kesetnana, Petrus Pniel Liu, menyampaikan apresiasi atas berbagai program bantuan yang telah diterima masyarakat desa.
Ia mengatakan masyarakat sangat menyambut baik dukungan pemerintah melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
“Kami berharap Desa Kesetnana tetap menjadi sasaran program pemerintah. Kehadiran Bapak bisa menjawab aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Petrus menegaskan pemerintah desa bersama masyarakat siap mengawal seluruh program bantuan agar berjalan maksimal serta menjadikan Kesetnana sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah untuk menghidupkan kembali program pembibitan ikan di wilayah tersebut guna mendukung keberlanjutan usaha budidaya.
“Kami siap menjadikan Desa Kesetnana sebagai contoh. Kami juga berharap pembibitan ikan di wilayah ini bisa diaktifkan kembali. Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan,” pungkasnya.(Sys/ST).

















