Ket foto : Nampak Gubernur menyalami tiga guru besar yang dikukuhkan
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM | KUPANG – Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri pengukuhan tiga guru besar di Universitas Nusa Cendana (Undana) yang berlangsung di Graha Cendana, Kupang, Rabu (8/4/2026).
Tiga akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar yakni Linda W. Fanggidae dengan kepakaran Arsitektur dan Perilaku dari Fakultas Sains dan Teknik, William Djani dengan kepakaran Reformasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Zakarias Seba Ngara dengan kepakaran Fisika Material dari Fakultas Sains dan Teknik.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa momentum pengukuhan guru besar tidak sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penguatan penting bagi arah pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, terutama bagi NTT yang memiliki karakteristik sebagai provinsi kepulauan dengan kompleksitas wilayah yang tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis sains yang berpihak pada manusia. Kehadiran para guru besar menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada sektor penataan ruang, Melki menekankan perlunya pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan estetika semata. Ia menilai perencanaan ruang publik maupun hunian harus mempertimbangkan perilaku masyarakat, budaya lokal, serta kondisi iklim khas NTT.
Di bidang kesehatan, gubernur juga mendorong reformasi kebijakan pembangunan kesehatan yang berbasis data lokal dengan pendekatan preventif dan promotif. Menurutnya, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, dalam pengembangan energi, Melki menilai NTT memiliki potensi energi terbarukan yang besar, seperti energi matahari, angin, dan panas bumi. Namun tanpa dukungan riset, khususnya dalam bidang material, daerah akan terus bergantung pada teknologi dari luar.
Karena itu, ia berharap perguruan tinggi melalui riset para akademisi mampu melahirkan inovasi teknologi yang dapat dikembangkan dan diproduksi secara mandiri di daerah.
Selain itu, gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (AI), dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.
“Pendidikan harus tetap melahirkan nalar kritis, empati, dan karakter, agar kemajuan teknologi tidak menghilangkan nilai kemanusiaan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat kepada para guru besar yang baru dikukuhkan dan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
“Selamat kepada para guru besar. Mari kita perkuat kolaborasi antara pemerintah dan kampus demi masa depan NTT yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

















