Example 728x250
Berita

Pencairan Dana PIP di Santian Bermasalah, Nama Siswa Diduga Dimanipulasi

172
×

Pencairan Dana PIP di Santian Bermasalah, Nama Siswa Diduga Dimanipulasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto  : Ilustrasi 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Yunus Benu

SUARA TTS.COM | SOE – Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap melanjutkan pendidikan, diduga bermasalah dalam proses pencairannya di wilayah Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Example 300x600

Dana bantuan pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu itu disebut-sebut mengalami pemotongan serta dugaan manipulasi nama penerima di salah satu sekolah dasar di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun tim media menyebutkan, Kepala Sekolah SD Negeri Santian, Yeni Kase, diduga memotong dana PIP tahun 2026 sebesar Rp150 ribu dari setiap siswa penerima bantuan. Selain itu, terdapat dugaan penggantian nama penerima bantuan dengan siswa lain yang sebenarnya tidak terdaftar sebagai penerima manfaat.

Salah satu kasus yang terungkap adalah nama siswa kelas V SD atas nama Novanri Bahan yang diduga digantikan oleh siswa lain bernama Dika Penu saat proses pencairan dana bantuan.

Seorang saksi yang hadir pada saat pembagian dana menyebutkan bahwa bukan hanya satu nama yang diganti. Ia menduga terdapat lebih dari lima siswa penerima yang namanya dialihkan kepada orang lain. Namun saksi tersebut mengaku tidak mengingat seluruh nama yang terlibat.

Tim media kemudian melakukan penelusuran dan mewawancarai salah satu orang tua siswa, yakni ibu dari Anderias Afi, di kediamannya pada Jumat (17/04/2026).

Dalam keterangannya, ia mengaku mengetahui proses pencairan dana yang dilakukan di Bank BRI Unit Oinlasi. Ia mengatakan bahwa beberapa siswa yang namanya dipanggil oleh petugas bank ternyata bukan orang yang datang mengambil dana tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh Aldo Ndun, salah satu penerima dana PIP. Ia mengaku berada di lokasi saat pencairan dana berlangsung dan menyaksikan langsung adanya kejanggalan.

Menurut Aldo, saat petugas bank memanggil nama Novanri Bahan, yang maju untuk menerima uang justru Dika Penu, bukan siswa yang namanya tercantum sebagai penerima.

“Waktu di bank, petugas panggil nama Novanri Bahan, tapi yang maju ambil uang itu Dika Penu,” ungkap Aldo.

Ia juga menambahkan bahwa masih ada beberapa nama lain yang mengalami hal serupa, di mana orang yang mengambil dana bukanlah siswa yang tercantum sebagai penerima dalam daftar.

Menurut keterangan warga, beberapa nama yang terdaftar sebagai penerima bahkan sudah tidak lagi bersekolah di tingkat SD. Ada yang sudah melanjutkan pendidikan ke SMP, bahkan ada pula yang sudah merantau ke luar daerah.

Saat proses pencairan dana tersebut, para siswa diketahui didampingi oleh seorang guru bernama Ibu Tamelan yang turut membantu mengurus pencairan di bank.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat karena dana PIP merupakan program bantuan pemerintah yang bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah.

Masyarakat berharap pihak terkait, baik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan maupun aparat penegak hukum, dapat segera melakukan penelusuran dan klarifikasi guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, masyarakat meminta agar ada tindakan tegas sehingga program bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.(YB)

 

Example 300250
Example 120x600