Ket foto : Ketua Panitia Pengarah Yefta Mella dan
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dinamika internal partai mulai menghangat. Sejumlah figur mulai diperbincangkan dan digadang-gadang akan meramaikan bursa calon Ketua DPD Golkar TTS periode 2026–2031.
Musda XI dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Mei 2026 di Kantor Golkar, Kota SoE, dengan agenda utama pemilihan ketua baru yang akan memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut selama lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Pengarah, Yefta Mella, menegaskan bahwa proses Musda akan berjalan terbuka, demokratis, dan sesuai mekanisme organisasi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin maju sebagai calon ketua, tentu dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Meski tahapan pendaftaran resmi belum dibuka, informasi yang beredar di internal partai menyebutkan sejumlah nama mulai melakukan komunikasi politik dan konsolidasi dukungan. Hal ini dinilai sebagai dinamika yang wajar menjelang forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah.
Adapun syarat bagi bakal calon ketua tergolong ketat. Selain harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan riwayat hidup (CV), calon juga wajib aktif sebagai kader minimal satu periode kepengurusan. Mereka harus memiliki rekam jejak prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, serta tidak tercela (PD2LT).
Selain itu, bakal calon diwajibkan berpendidikan minimal Diploma III (D-3), telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kader Partai Golkar, serta berdomisili di wilayah TTS.
Syarat krusial lainnya adalah dukungan minimal 30 persen dari total pemilik hak suara, yang dibuktikan melalui surat dukungan resmi. Panitia akan melakukan verifikasi secara administratif dan faktual guna memastikan keabsahan dukungan tersebut.
Dalam mekanisme pemilihan, ketua akan ditentukan melalui rapat paripurna Musda dengan syarat kuorum lebih dari 50 persen pemilik hak suara. Jika hanya terdapat satu calon atau ada calon yang telah mengantongi dukungan lebih dari 50 persen sejak awal, maka penetapan dapat dilakukan secara aklamasi.
Sebaliknya, apabila terdapat lebih dari satu calon yang memenuhi ambang batas dukungan 30 persen, maka pemilihan akan dilaksanakan melalui mekanisme voting.
Sebanyak 36 pemilik hak suara akan menjadi penentu arah kepemimpinan Golkar TTS ke depan. Mereka terdiri dari pengurus kecamatan, organisasi sayap partai, organisasi masyarakat, serta DPD Golkar Provinsi.
Musda XI ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Melki Laka Lena, anggota DPR RI asal NTT, jajaran DPD Golkar NTT, serta perwakilan partai politik lainnya.
Seiring menguatnya dinamika politik internal, sejumlah nama seperti Egusem Pieter Tahun, Yoksan Benu, dan Uria Kore mulai diperbincangkan sebagai kandidat potensial.
Dengan mulai munculnya figur-figur tersebut, Musda XI Golkar TTS diprediksi berlangsung dinamis dan kompetitif. Forum ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah perjuangan politik di Kabupaten TTS lima tahun ke depan. (Sys/ST)

















