Ket foto : Nampak Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma didampingi Bupati TTS Eduard Markus Lioe saat meninjau SMA Unggul Garuda di Soe.
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARATTS.COM | SOE – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau langsung pembangunan SMA Unggul Garuda di Kelurahan Karangsiri, Kecamatan Kota So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (6/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan sekolah unggulan itu agar dapat difungsikan pada tahun ajaran baru.
Dalam kunjungan itu, Wagub bersama rombongan berjalan kaki mengelilingi area proyek guna melihat langsung progres pembangunan sejumlah fasilitas, mulai dari gedung utama sekolah hingga asrama dan sarana pendukung lainnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Bupati TTS Eduard Lioe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Billy Oemboe Wanda.
Pemerintah daerah melaporkan progres pembangunan telah mencapai sekitar 27 persen, melampaui target rencana yang berada di kisaran 25 persen.
“Kami melaporkan bahwa pembangunan ini sudah mengalami kemajuan kurang lebih 27 persen. Ini patut kita syukuri dan banggakan,” ujar Johni Asadoma.
Ia menegaskan, kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di NTT. Sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Ini peluang emas bagi anak-anak NTT. Kita harus siapkan mereka agar bisa menjadi manusia hebat di masa depan,” tegasnya.
Pembangunan SMA Unggul Garuda diketahui menelan anggaran sekitar Rp200 miliar. Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas penetapan Kabupaten TTS sebagai lokasi pembangunan sekolah unggulan tersebut.
Sementara itu, Manager Teknik PT Nindya Karya, Marganda Purba, menjelaskan proyek pembangunan dimulai sejak 21 Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Namun, sejumlah bangunan prioritas didorong untuk selesai lebih cepat pada Juni 2026 agar dapat digunakan saat penerimaan siswa baru.
“Bangunan prioritas yang dikejar selesai Juni antara lain gedung sekolah, asrama putra-putri, kantin, serta hunian guru dan staf,” jelasnya.
Untuk mengejar target tersebut, pihak kontraktor menambah jumlah tenaga kerja serta menerapkan sistem kerja bergilir hingga dini hari. Saat ini, sebanyak 630 tenaga kerja telah dikerahkan dan akan ditambah menjadi 800 orang.
Dari total tenaga kerja tersebut, sekitar 30 persen merupakan tenaga lokal, sementara 70 persen berasal dari luar daerah.
Secara teknis, pembangunan gedung sekolah kini telah memasuki tahap struktur lantai dua, termasuk proses pengecoran ring balok. Material baja juga telah tersedia dan dijadwalkan segera dikirim ke lokasi proyek.
Selain gedung utama, proyek ini juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, gedung serbaguna, lapangan olahraga indoor, perumahan guru, rumah kepala sekolah, hingga gerbang utama kawasan.
SMA Unggul Garuda dirancang menerima sekitar 160 siswa setiap angkatan dan diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan di NTT dengan fasilitas modern serta sistem pembelajaran berkualitas.(Sys)

















