Example 728x250
BeritaNasional

Araksi Soroti Pelaksanaan Program MBG Di Kabupaten TTS

3460
×

Araksi Soroti Pelaksanaan Program MBG Di Kabupaten TTS

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket. Foto: Alfred Baun, Ketua Araksi NTT

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota

SUARA TTS. COM | SOE – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) menyoroti pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten TTS. Memasuki tahun kedua pelaksanaan program MBG, untuk Kabupaten TTS dari 103 dapur yang ditargetkan hingga saat ini baru 12 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi atau baru sekitar 10 persen.

Example 300x600

Masih banyak anak-anak sekolah di kabupaten TTS yang hingga masuk tahun kedua belum menikmati makanan dari program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

“ Koordinator MBG wilayah kabupaten TTS harus dievaluasi terkait masih rendahnya realisasi dapur SPPG yang beroperasi di kabupaten TTS. Ini sudah masuk tahun kedua tapi baru 10 persen jangan sampai nanti masa jabatan Pak Prabowo selesai realisasi belum juga sampai 100 persen,” ungkap Alfred Baun dalam jumpa pers yang berlangsung di Kota Soe, Selasa 24 Februari 2026.

Selain itu, Alfred juga menyoroti pasokan bahan makanan program MBG yang masih mayoritas dipasok dari luar Kabupaten TTS karena minimnya pasokan bahan baku yang tersedia di kabupaten TTS.

Hal ini disebut Alfred tak lepas dari lemahnya peran Pemda TTS lewat Dinas Pertanian dalam memaksimalkan potensi pertanian di daerah.

“ Untuk buah saja, petani kita baru mampu pasok pepaya. Sementara buah yang lain itu harus beli dari luar. Belum lagi daging, telur, susu, beras semua dari luar. Ini uang besar yang harusnya berputar di dalam kabupaten TTS tapi karena pemerintah daerah tidak siap akhirnya semua terbang keluar,” sorot Alfred.

Alfred mengaku, Araksi sudah beraudiensi dengan koordinator MBG wilayah Kabupaten TTS dan beberapa supplier terkait pelaksanaan program tersebut.
Dirinya juga menyoroti kasus keracunan akibat mengkonsumsi makanan MBG yang hingga saat ini belum ada penjelasan dari Satgas MBG terkait penyebab keracunan tersebut.

Selain itu, aktivis anti korupsi ini juga menyoroti pelaksanaan program MBG yang dinilai lemah pengawasan dan adanya pembatasan akses ke dapur termaksud untuk awak media.

“ Harusnya program ini terbuka termaksud akses ke dapur untuk melihat proses masak. Kita ingin memastikan masakan yang dimasak untuk anak-anak kita ini dimasak dengan dengan baik. Kalau tertutup seperti saat ini membuat kita bertanya-tanya ada apa?,” sambungnya.

Dalam waktu dekat Araksi juga akan melakukan audiensi dengan Bupati TTS terkait persoalan pelaksanaan MBG di Kabupaten TTS.

“ Dalam waktu dekat kita akan minta audiensi dengan pak bupati terkait pelaksanaan program MBG di kabupaten TTS. Ada jumlah persoalan yang akan kita sampaikan dan kita minta agar bupati bisa menyikapi hal tersebut,” pungkas Alfred.(DK)

Example 300250
Example 120x600