Ket. Foto : Anggota DPRD Kab TTS, Aris Nenobahan
Laporan Reporter SUARA TTS. COM, DionKota
SUARA TTS. COM | SOE – Anggota DPRD TTS, Arsianus Nenobahan mengaku geram dengan perilaku Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Mnela Petu, Yanse Lenny Tusi yang diduga menyusupkan 6 kerabatnya dalam data dapodik. Oleh sebab itu, dirinya mendorong Pemda TTS untuk melakukan audit khusus terkait pengelolaan dana BOS di SD Negeri Mnelapetu.
“ Kita dorong lakukan audit khusus di SD Negeri Mnelapetu karena kuat dugaan ada penyalahgunaan dana BOS. Dimana penyusupan 6 guru yang merupakan kerabat kepala sekolah juga memiliki konsekuensi keuangan,” pinta pria yang akrab disapa Aris ini kepada media, Kamis 22 Agustus 2024.
Dirinya juga menerima pengaduan terkait dugaan pemotongan gaji guru honorer oleh kepala sekolah. Ada juga pembayaran gaji honorer tanpa kuitansi.
“ Ini ada banyak dugaan penyalahgunaan terkait pengelolaan dana bos sehingga kita harapkan inspektorat bisa segera lakukan audit khusus,” pintanya.
Untuk Dinas Pendidikan Kabupaten TTS, Aris meminta agar pengawasan terhadap pengelolaan dana BOS ditingkatkan. Dirinya menduga, masalah serupa terjadi di sekolah lainnya namun tidak terangkat ke permukaan. Selain itu, Dinas diminta untuk melurus data dapodik di SD Negeri Mnelapetu. Dirinya meminta dinas untuk melindungi para guru yang berani mengangkat persoalan tersebut ke permukaan.
“ Pihak dinas harus mengeluarkan 6 nama guru yang hanya modal nebeng pada dapodik sekolah itu. Para guru yang selama ini mengabdi dan kehilangan jam mengajar pada dapodik, harus kembali mendapatkan jam mengajar pada dapodik untuk kepentingan tes P3K tahun ini. Selain itu, dinas harus melindungi para guru yang telah berani bersuara mengangkat persoalan ini,” desaknya.
Diberitakan sebelumnya,Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Mnela Petu, Yanse Lenny Tusi diduga menyusupkan 6 orang kerabatnya dalam dapodik sekolah. Ke enamkerabat kepala sekolah tersebut yaitu Yoristo Tusi, Aksamina Selan (wakil kelas) , John Eduartus Tefbana, Arson Alle, Marce Bia dan Maria Tunliu. Mirisnya, menurut pengakuan seorang guru, ke enam nama tersebut tak pernah mengajar di sekolah. Bahkan, para guru di sekolah tidak mengenal ke enam kerabat kepala sekolah itu karena tak pernah datang ke sekolah dan bukan warga setempat.Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Mnela Petu, Yanse Lenny Tusi yang dikonfirmasi melalui panggilan telepon, SMS maupun WhatsApp belum menjawab konfirmasi dari SUARA TTS. COM.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTS, Musa Benu mengaku, baru mengetahui informasi tersebut. Dirinya akan segera memanggil Kepala sekolah yang bersangkutan guna dimintai penjelasan.
“ Besok kami layangkan surat panggilan kakak. Nanti hasil pengambilan keterangan seperti apa baru saya sampaikan,” janjinya. (DK)