Ket foto : Kaum Bapak Batu Karang Nonohonis saat tampil di Atambua
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARATTS.COM | SOE – Kaum Bapak Batu Karang Nonohonis (Babatu) yang mewakili Klasis Soe berhasil tampil memukau dalam lomba Vokal Grup (VG) Kaum Bapak antarklasis di Jemaat Anugerah Atambua, Kabupaten Belu.
Penampilan Babatu dalam ajang yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) tersebut berbuah prestasi. Babatu berhasil meraih juara III setelah bersaing dengan delapan kelompok vokal grup yang berasal dari sejumlah klasis di Timor.
Delapan kelompok tersebut berasal dari Klasis Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Soe Timur dan Klasis Soe.
Bagi Babatu, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang meraih juara. Keikutsertaan mereka dalam lomba menjadi kesempatan untuk mempersembahkan talenta melalui pujian sekaligus memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus.
Salah satu personel VG Babatu, Albinus Kase, mengatakan motivasi utama mereka mengikuti kegiatan tersebut adalah untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
“Motivasi kami secara prinsip adalah hanya ingin untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan Yesus. Karena event ini adalah perlombaan, sehingga kami berusaha untuk berlatih sebaik mungkin, semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik pada event ini,” ujar Albinus saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, hasil yang diperoleh merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Terlebih, Babatu mampu membawa pulang juara III setelah melalui persiapan dan latihan bersama.
“Puji Tuhan, apa yang sudah kami tampilkan dan kami meraih juara III, itu merupakan hal yang sangat luar biasa buat kami,” katanya.
Albinus menjelaskan, keberhasilan Babatu tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel dalam mempersiapkan diri.
Latihan secara bersama-sama, membangun kekompakan dan menjaga komitmen menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi perlombaan.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan anugerah Tuhan sekaligus buah dari kesungguhan seluruh anggota dalam menjalankan pelayanan melalui pujian.
Ia menambahkan, meskipun perlombaan menjadi bagian dari kegiatan, tujuan utama mereka tetaplah memberikan persembahan terbaik bagi Tuhan.
“Bagi kami, ini bukan semata-mata mengejar kemenangan atau penghargaan. Yang terutama adalah bagaimana talenta yang kami miliki bisa dipakai untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan,” ungkapnya.
Selain bersyukur atas pencapaian tersebut, Albinus juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dinilai telah mempersiapkan kegiatan dengan baik.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan panitia kepada seluruh peserta sangat membantu selama kegiatan berlangsung.
“Kami juga mengapresiasi panitia lomba yang sudah mempersiapkannya dengan sangat luar biasa. Bahkan, kami difasilitasi dengan sangat baik sekali. Kami juga disiapkan penginapan di sana, serta makan dan minum,” katanya.
Apresiasi juga diberikan kepada tim juri yang dinilai menjalankan tugas secara profesional dalam menilai penampilan seluruh peserta.
“Tim juri juga begitu profesional dan kami mengapresiasi itu,” tambah Albinus yang juga merupakan anggota DPRD TTS dari Fraksi Partai Perindo.
Albinus secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Klasis Soe yang telah memberikan kepercayaan kepada kaum bapak Batu Karang Nonohonis untuk tampil membawa nama Klasis Soe.
“Kami juga mengapresiasi Klasis Soe, Ibu Klasis Soe, yang memberikan kepercayaan kepada bapak-bapak Batu Karang Nonohonis (Babatu) mewakili Klasis Soe,” ujarnya.
Ia menjelaskan, personel yang tampil dalam perlombaan tersebut tidak seluruhnya berasal dari Babatu.
Sejumlah anggota dari Gereja Efata Soe dan Gereja Maranata Soe juga turut bergabung dalam kelompok yang membawa nama kaum bapak Klasis Soe.
“Memang ada beberapa teman personel dari Gereja Efata Soe dan Maranata Soe juga yang bersama-sama kami dalam persoalan ini, dan semua tergabung atas nama kaum bapak Klasis Soe,” jelasnya.
Menurut Albinus, kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan gereja dapat mempertemukan berbagai jemaat dalam satu semangat dan tujuan.
Pelayanan melalui pujian, kata dia, tidak dibatasi oleh latar belakang jemaat, tetapi menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan memperkuat persekutuan dalam iman.
Di balik keberhasilan meraih juara III, Albinus juga menyampaikan pesan khusus kepada kaum bapak Kristen.
Ia mengatakan, setiap orang dapat memuji Tuhan tanpa harus memiliki suara luar biasa ataupun kemampuan seperti penyanyi profesional.
Menurutnya, hal yang paling utama adalah ketulusan hati dan niat untuk memuliakan Tuhan.
“Pesan saya bahwa menyanyi untuk memuji Tuhan Yesus itu tidak perlu suara yang terlalu baik dan juga tidak harus seperti seorang penyanyi profesional baru memuji Tuhan. Tetapi yang terpenting itu niat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang bapak dalam kehidupan rumah tangga Kristen memiliki tanggung jawab besar sebagai suami, ayah sekaligus imam dalam keluarga.
“Saya juga ingin mengimbau kepada bapak-bapak bahwa seorang bapak itu, suami dan ayah dalam konteks kekristenan, dia adalah imam dalam keluarga,” ungkapnya.
Karena itu, seorang bapak harus mampu menjadi penuntun, pemberi jalan dan teladan bagi seluruh anggota keluarganya.
“Dia harus menjadi penuntun, pemberi jalan, dan pemberi contoh. Kalau dia mau anggota keluarga melakukan yang terbaik untuk Tuhan, maka seorang bapak itu harus lebih dulu melakukan itu,” pungkasnya.
Bagi Babatu, juara III yang diraih di Atambua menjadi sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus melayani melalui talenta yang dimiliki.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa pelayanan kaum bapak tidak hanya hadir dalam kehidupan jemaat dan keluarga, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan yang mempererat persaudaraan dan memuliakan nama Tuhan.(Sys/ST)

















