Ket foto : Gubernur NTT bersama para Kepala sekolah yang dilantik
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, TIM
SUARA TTS.COM |KUPANG – Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong seluruh sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar menjadi pusat inovasi dan kreativitas bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Aula Utama El Tari, Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/3/2026) sore.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan kepala sekolah bukan sekadar agenda seremonial atau proses administratif pengisian jabatan, melainkan amanah besar sebagai pemimpin pendidikan di garis terdepan.
“Pelantikan hari ini bukan sekadar agenda seremonial atau proses administratif pengisian jabatan. Saudara-saudara yang dilantik hari ini sesungguhnya menerima amanah besar sebagai pemimpin pendidikan di garis terdepan, yaitu pada satuan pendidikan tempat karakter, kompetensi, dan masa depan generasi muda NTT dibentuk setiap hari,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Berbagai kebijakan seperti pembangunan infrastruktur pendidikan, pembaruan kurikulum, hingga program pendidikan tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa kepemimpinan yang kuat di tingkat satuan pendidikan.
“Kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi administrator. Bapak ibu harus menjadi pemimpin pembelajaran yang memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, relevan, dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu menjadi agen perubahan yang responsif terhadap perkembangan zaman, mendorong inovasi, serta membangun budaya kerja profesional di lingkungan sekolah.
Gubernur Melki mengakui bahwa sektor pendidikan di NTT masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kesenjangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses pendidikan, serta rendahnya capaian literasi dan numerasi. Selain itu, perubahan dunia kerja yang cepat menuntut sekolah untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompetitif.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kepemimpinan sekolah harus berbasis kinerja yang terukur. Keberhasilan kepala sekolah, kata dia, harus tercermin dari meningkatnya kualitas pembelajaran, meningkatnya prestasi siswa, menurunnya angka putus sekolah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
“Jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural, melainkan mandat profesional yang harus dibuktikan melalui capaian nyata,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil asesmen pendidikan, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat sekolah.
“Hasil TKA tidak boleh berhenti sebagai angka statistik. Kepala sekolah wajib menganalisisnya secara mendalam untuk menyusun langkah perbaikan yang konkret,” jelasnya.
Dalam arah kebijakan pendidikan, Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong penguatan pendidikan produktif melalui program One School One Product (OSOP). Program ini bertujuan menjadikan sekolah sebagai pusat kreativitas dan inovasi berbasis potensi lokal.
“Melalui OSOP, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar mencipta, memproduksi, dan memahami nilai ekonomi dari hasil karya mereka,” ungkapnya.
Khusus untuk SMK, Gubernur menekankan pentingnya penguatan teaching factory serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan benar-benar siap kerja.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan akses lulusan menuju perguruan tinggi, sekolah kedinasan, serta institusi TNI dan Polri melalui program pembinaan dan pendampingan yang terstruktur.
Melki juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan di lingkungan sekolah. Pengelolaan anggaran pendidikan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel serta berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Kepala sekolah adalah amanah publik. Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan peserta didik maupun masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.
“Hari ini saudara-saudara dilantik, dan hari ini pula dimulai tanggung jawab besar untuk membuktikan kepemimpinan melalui kerja nyata. Jadilah pemimpin yang hadir untuk guru, teladan bagi siswa, dan harapan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh Sekretaris Daerah Flouri Rita Wuisan, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, anggota DPRD NTT, para pimpinan perangkat daerah, serta insan pers.***

















