Ket foto : Direktur Perumda Air Minum Soe, Frans Steven Tafui
Laporan Reporter SUARA TTS.COM Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Perumda Air Minum Soe mengambil langkah baru untuk mengetahui penyebab tunggakan rekening air pelanggan dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada konsumen yang menunggak.
Direktur Perumda Air Minum Soe, Frans Steven Tafui, mengatakan kuesioner tersebut dibagikan bersamaan dengan kegiatan penagihan yang dilakukan staf di lapangan.
“Jadi saya tugaskan staf untuk melakukan penagihan sekaligus memberikan kuesioner. Dalam kuesioner itu terdapat keluhan, saran serta alasan konsumen menunggak pembayaran rekening air,” ujarnya kepada media ini, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, kuesioner tersebut berisi sejumlah pertanyaan penting yang berkaitan dengan pelayanan Perumda. Beberapa di antaranya menyangkut informasi tagihan, alasan terjadinya tunggakan, kondisi penggunaan air, kemampuan dan komitmen pelanggan untuk membayar, hingga saran terkait penyampaian informasi tagihan.
Menurut Frans, langkah ini dilakukan karena jumlah tunggakan pelanggan saat ini cukup besar, yakni mencapai sekitar Rp3 miliar. Melalui kuesioner tersebut, Perumda berharap dapat memperoleh data dan gambaran yang lebih jelas mengenai kendala yang dihadapi pelanggan.
“Dengan kuesioner ini kami bisa mengetahui secara langsung apa penyebab pelanggan menunggak, apakah karena faktor pelayanan, kondisi ekonomi, atau kendala lainnya,” jelasnya.
Frans menambahkan, salah satu faktor yang kerap memicu tunggakan adalah ketika air tidak mengalir namun pelanggan tidak menyampaikan pengaduan kepada pihak Perumda.
Padahal, jika pelanggan menyampaikan keluhan secara resmi maka terdapat mekanisme kompensasi yang dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau tidak ada pengaduan maka tagihan tetap berjalan normal. Hal ini kadang membuat pelanggan merasa tidak nyaman dan akhirnya menunda pembayaran hingga tunggakan menumpuk,” katanya.
Melalui kegiatan pendataan dan penyebaran kuesioner tersebut, Perumda Air Minum Soe berharap dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mencari solusi agar tunggakan pelanggan dapat ditekan.
Selain itu, Perumda juga tengah menjajaki kerja sama dengan Universitas Telkom Bandung terkait rencana penerapan teknologi aktuator pada meteran air pelanggan agar penggunaan air dapat dikontrol secara mandiri oleh pelanggan. (Sys/ST).

















