Example 728x250
Berita

Siswi SMP dari Desa Hane Soroti Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

42
×

Siswi SMP dari Desa Hane Soroti Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak warga menanam pohon pisang di tengah jalan

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | SOE –  Pernyataan seorang siswi SMP asal Desa Hane, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di media sosial dan mengundang perhatian publik.

Example 300x600

Siswi bernama Tika Bana itu menyuarakan kondisi memprihatinkan ruas jalan di desanya yang hingga kini belum juga diperbaiki. Ungkapan polos namun penuh makna dari pelajar tersebut dinilai menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah maupun anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) I Batuputih.

Ruas jalan yang dikeluhkan merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa desa, yakni Desa Hane, Desa Tuakole, Desa Oehela hingga desa pemekaran Naitetus. Namun hingga kini kondisi jalan tersebut masih rusak berat, berlubang, dan kerap tergenang air saat musim hujan.

Warga setempat menyebut, kondisi jalan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

Dari satu periode pemerintahan ke periode berikutnya, perbaikan jalan selalu menjadi janji yang tak kunjung direalisasikan.

Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, terutama para pelajar yang setiap hari harus melewati jalan berlumpur saat berangkat dan pulang sekolah.

Kekecewaan warga akhirnya memuncak. Pada Kamis, 26 Maret 2026, masyarakat Desa Hane melakukan aksi unik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak dan tergenang air sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut dipimpin oleh seorang kepala dusun berinisial A, Roby Fina, dan melibatkan berbagai kalangan mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak sekolah.

Penanaman pohon pisang di badan jalan itu menjadi simbol protes masyarakat atas lambannya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai sangat memprihatinkan.

Aksi tersebut juga dilakukan bertepatan dengan rencana kunjungan Bupati dan Wakil Bupati TTS ke Desa Mekar Naitetus dalam rangka agenda pisah sambut kepala desa yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.

Salah satu warga Desa Hane, JB (45), mengatakan aksi tersebut bertujuan agar pemerintah daerah maupun anggota DPRD yang melintas dapat melihat langsung kondisi jalan yang rusak parah.

“Anak-anak sekolah sudah berangkat dengan rapi, tapi saat melewati jalan rusak sepatu mereka jadi kotor, bahkan ada yang sampai terjatuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hane Sergius Faot mengatakan pihaknya sebenarnya sudah lama mengajukan proposal perbaikan jalan tersebut sejak masa kepemimpinan mantan Bupati TTS,Egusem Pieter Tahun.

Namun hingga saat ini, proposal tersebut belum juga mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

“Sudah pernah diajukan, tapi hanya jadi janji pemanis. Sampai sekarang belum ada realisasi,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan tersebut, mengingat jalan itu merupakan akses utama yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.(Sys).

 

 

Example 300250
Example 120x600