Ket foto : Anggota DPR RI Komisi X, Stevano Rizki Adranacus.
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Ribuan siswa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan menerima bantuan beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang bersumber dari aspirasi Anggota DPR RI Komisi X, Stevano Rizki Adranacus.
Untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran, tim bersama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Kabupaten TTS melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi sejumlah sekolah guna melakukan pendataan calon penerima bantuan.
Kegiatan pendataan dan koordinasi dengan pihak sekolah telah dimulai sejak Senin, 9 Maret 2026. Tim yang turun langsung dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten TTS, Yusuf Nikolas Soru, didampingi jajaran pengurus DPC hingga pengurus ranting di tingkat desa.
Yusuf mengatakan, kedatangan tim ke sekolah-sekolah bertujuan untuk berkoordinasi sekaligus mendata siswa yang layak menerima bantuan beasiswa PIP dari aspirasi Stevano Adranacus.
“Kami dari tim Pak Stevano Adranacus, anggota DPR RI Komisi X, datang ke sekolah untuk berkoordinasi terkait penyaluran beasiswa PIP dari aspirasi beliau di Kabupaten TTS,” ujarnya.
Menurut Yusuf, program tersebut merupakan bentuk komitmen nyata untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan turun langsung ke masyarakat dilakukan agar proses pengusulan bantuan dapat menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Sesuai arahan Pak Stevano, kita hadir membantu rakyat. Jangan sampai rakyat harus berdesakan atau mengalami kesulitan hanya untuk mendaftar bantuan pendidikan,” jelasnya.
Dengan dukungan jaringan partai yang tersebar hingga tingkat desa, proses identifikasi siswa dari keluarga kurang mampu diharapkan dapat berjalan lebih mudah sehingga bantuan PIP benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.
Selain itu, kader partai yang bergerak di lapangan juga memastikan proses pengusulan hingga realisasi bantuan PIP tidak diwarnai pungutan liar dengan berbagai alasan.
“Pak Stevano meminta kami mengawal hak rakyat miskin. Bantuan ini tidak boleh dipotong oleh siapa pun,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD TTS tersebut.
Yusuf juga mengimbau masyarakat yang anaknya belum pernah menerima bantuan PIP agar dapat menghubungi pengurus DPC PDI Perjuangan maupun pengurus ranting di desa masing-masing untuk didata.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Benyamin Nitano, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu melalui program bantuan pendidikan tersebut.
“Terima kasih karena selama ini kami belum pernah mendapat bantuan. Melalui tim PDIP, anak-anak yang belum tersentuh bantuan bisa didata untuk mendapatkan PIP,” ujarnya.(Sys).

















