Example 728x250
Berita

Kebun Buncis BUMDes Loli Panen Perdana, Bidik Pasar MBG

60
×

Kebun Buncis BUMDes Loli Panen Perdana, Bidik Pasar MBG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak panen perdana buncis di desa Loli

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | POLEN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aononi Desa Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melakukan panen perdana tanaman buncis yang dikembangkan di lahan seluas satu hektare, Jumat (13/03/2026).

Example 300x600

Hasil panen tersebut diproyeksikan untuk memenuhi permintaan pasar, khususnya dapur program Makanan Bergizi (MBG) di Kota Soe.

Direktur BUMDes Aononi, Policarpus Billi Bera mengatakan pihaknya siap menjawab kebutuhan sayur buncis untuk dapur MBG.

Bahkan, BUMDes Aononi telah menjalin kontrak kerja sama dengan salah satu pengelola dapur MBG di Kota Soe.

“Kami siap menjawab permintaan sayur buncis dari dapur MBG, dan kami juga sudah melakukan kontrak dengan salah satu pihak pengelola dapur MBG di Kota Soe,” ujar Policarpus.

Dalam kegiatan panen perdana tersebut, Policarpus didampingi Sekretaris BUMDes Aleksander Leokran dan Bendahara Daniel Mally.

Ia menjelaskan bahwa tanaman buncis jenis maxipro tersebut mulai dikembangkan sejak Januari 2026. Untuk menjaga ketersediaan produksi secara berkelanjutan, sistem penanaman dilakukan secara bertahap dengan membagi lahan menjadi tiga blok.

Blok pertama ditanami sekitar 2.200 pohon, blok kedua 3.000 pohon, dan blok ketiga sebanyak 3.300 pohon. Dengan pola tanam tersebut, panen buncis diharapkan dapat berlangsung secara terus-menerus sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar.

Kepala Desa Loli, Yupiter Mella mengatakan pengembangan BUMDes tematik ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten TTS.

Menurutnya, pemerintah desa telah mengalokasikan Dana Desa tematik ketahanan pangan sebesar dua persen atau sekitar Rp177,4 juta guna mendukung program tersebut.

“Anggaran ini harus benar-benar dimanfaatkan secara tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan konsumsi gizi masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Polen, Nikson Nubatonis, S.IP menyebut wilayah Kecamatan Polen memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar untuk pengembangan sektor pertanian.

Ia menilai potensi tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mampu mengelola usaha pertanian secara profesional sehingga dapat menjawab permintaan pasar yang terus berkembang.

Keberhasilan BUMDes Aononi Desa Loli, lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas PMD Kabupaten TTS, pemerintah Kecamatan Polen, tim ahli pendamping profesional, Badan Penyuluh Pertanian (BPP), hingga pemerintah desa dan para pendamping desa.

Meski demikian, sejumlah tantangan juga dihadapi dalam pengembangan tanaman buncis tersebut, salah satunya faktor perubahan iklim yang menyebabkan tingginya intensitas curah hujan sehingga berpotensi memicu serangan hama.

Namun berkat pendampingan dari BPP Kecamatan Polen, persoalan tersebut dapat diatasi sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Panen perdana tersebut juga dihadiri Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten TTS Banda Yuliana, Koordinator Kecamatan Polen Nonrentje E. Langaih, Pendamping Lokal Desa Yuliana Sanam, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Ke depan, keberhasilan BUMDes Aononi Desa Loli diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usaha berbasis ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (Sys).

Example 300250
Example 120x600