Example 728x250
Berita

Longsor Terjang Desa Lobus, 5 Rumah Ambruk dan 29 Warga Mengungsi

244
×

Longsor Terjang Desa Lobus, 5 Rumah Ambruk dan 29 Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak rumah yang ambruk akibat longsor di Desa Lobus

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kali ini, lima unit rumah warga di Desa Lobus, Kecamatan Toianas, dilaporkan ambruk akibat pergeseran tanah yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak 28 April 2026.

Example 300x600

Kelima rumah tersebut berada di RT 04 RW 01, Dusun A Baumasu. Hingga Kamis (30/4/2026), kondisi di lokasi masih memprihatinkan, dengan tanah yang terus bergerak dan material longsor yang bahkan menutup akses jalan warga.

Salah satu korban terdampak, Hepsi Snae, menuturkan bahwa hujan yang turun tanpa henti dalam beberapa hari terakhir membuat struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya bergeser dan merobohkan rumah-rumah warga.

“Hujannya terus-menerus, tanah jadi bergerak. Tiba-tiba rumah kami ambruk. Sekarang kami semua menumpang di rumah keluarga,” ungkapnya dengan nada sedih.

Ia menambahkan, selain kehilangan tempat tinggal, sejumlah barang berharga milik warga juga ikut rusak tertimbun longsor. Meski sempat menyelamatkan sebagian barang, namun tidak sedikit yang hancur akibat tertimbun material tanah.

“Kami sempat selamatkan beberapa barang, tapi sebagian besar rusak,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lima rumah warga tampak rata dengan tanah. Selain itu, longsor juga menyebabkan akses jalan utama di dusun tersebut tertutup, sehingga menyulitkan mobilitas warga.

Tercatat sebanyak 29 jiwa dari lima kepala keluarga kini terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah kerabat.

Sementara itu, Kaur Pemerintahan Desa Lobus, Hilarius Tiumlafu, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Hujan terus, kakak. Ini baru berhenti sekitar dua jam tadi,” jelasnya saat diwawancarai.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten TTS melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

“Semalam BPBD sudah datang dan memberikan bantuan awal kepada para korban. Kami juga sudah mengimbau warga untuk segera mengosongkan rumah demi keselamatan,” tambahnya.

Meski bantuan darurat telah mulai disalurkan, pemerintah desa bersama warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan jangka panjang, seperti relokasi tempat tinggal bagi warga terdampak.

Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat di wilayah rawan longsor, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat pergerakan tanah di lokasi kejadian masih terus berlangsung.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah strategis guna mencegah dampak yang lebih besar, sekaligus memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan warga terdampak dapat berjalan dengan baik.(Sys).

Example 300250
Example 120x600