Ket. Foto : Ketua Araksi, Alfred Baun
Laporan Reporter Suara TTS. Com, DionKota
SUARA TTS. COM | SOE – Ketua Araksi, Alfred Baun dipolisikan Kepala sekolah dasar (SD) Inpres Tubuhue, Nimroda Fallo gara-gara meminta uang 15 juta dengan ancaman agar kasus tidak dilaporkan.
Nimron bersama bendahara sekolah pada 3 Maret 2026 menyerahkan uang 15 juta yang dibungkus dalam kantong merah kepada Alfred Baun di kediaman Alfred Baun di Desa Tubuhue.

“ Pak Alfred telepon terus bendahara sekolah minta uang 15 juta kalau tidak ada kasus yang akan dilaporkan ke APH. Karena takut, Saya dan bendahara terpaksa ambil uang dari dana program revitalisasi lalu serahkan kepada Pak Alfred,” ungkap Nimron kepada awak media di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Kamis 30 April 2026.
Sebelum adanya permintaan uang tersebut diceritakan Nimroda, Alfred Baun bersama dua orang anggota Araksi pergi ke SDI Tubuhue guna melakukan advokasi terkait program revitalisasi senilai 612 juta tahun anggaran 2025.
“ Sebelum permintaan uang tersebut, Araksi ada ada datang ke sekolah minta data terkait program revitalisasi dan pengelolaan dana BOS. menurut Araksi ada sejumlah temuan dalam pengelolaan program tersebut. Tapi seluruhnya sudah kita selesaikan dan SPJ juga kini sudah tuntas,” sebutnya.
Terpisah, Alfred Baun membantah keras tuduhan pemerasan terhadap Kepsek SD Inpres Tubuhue. Ia menyebut, Kepsek dan bendahara menyerahkan uang tersebut atas inisiatif mereka sendiri dengan alasan ada berkat sedikit.
“ Tanggal 3 Maret itu mereka (Kepsek dan bendahara) yang telepon saya minta ketemu di rumah. Makanya saya terima mereka di rumah. Dalam pertemuan itu, mereka mengeluarkan uang senilai 15 juta dan taruh di atas meja bilangnya itu ada berkat sedikit,” terang Alfred.
Pasca dilaporkan ke Polres TTS, Alfred Baun menegaskan dirinya siap mengembalikan uang tersebut.
Alfred sempat mendatangi SD Inpres Tubuhue pada Kamis pagi tapi tidak bertemu dengan kepala sekolah maupun bendahara karena kedua sementara berada di kantor dinas pendidikan.
“ Saya siap mengembalikan uang itu. Uangnya masih saya simpan sampai hari ini,” ujarnya.
“ sejak awal saya sudah menduga kalau pemberian uang itu merupakan jebakan. Saya sudah curiga kalau saat mereka datang ke rumah itu mereka ada rekam. Makanya uang yang diberikan itu masih saya simpan dan saya akan kembalikan ke mereka,” pungkas Alfred. (DK)
















