Example 728x250
Berita

Akses Terputus Sebulan, Warga Dua Kabupaten Bersatu Buka Kembali Jalan Penghubung

25
×

Akses Terputus Sebulan, Warga Dua Kabupaten Bersatu Buka Kembali Jalan Penghubung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak Camat Kokbaun Andy Kalumbang bersama  warga desa Obaki 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM |KOKBAUN – Setelah hampir satu bulan terputus akibat longsor, akses jalan rabat yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Malaka akhirnya kembali dibuka. Keberhasilan tersebut terwujud berkat semangat gotong royong masyarakat Desa Obaki, Kecamatan Kokbaun, Kabupaten TTS, bersama masyarakat Desa Muke, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka.

Example 300x600

Kegiatan perbaikan jalan dipimpin langsung oleh Camat Kokbaun, Andy Kalumbang, didampingi Kepala Desa Obaki, Dominikus Tilis, Sekretaris Desa Muke, perangkat desa, serta ratusan warga dari kedua desa.

Jalan rabat tersebut merupakan jalur utama penghubung dua kabupaten yang selama hampir satu bulan tidak dapat dilalui akibat longsor yang terjadi pada awal Juni 2026. Putusnya akses jalan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga mobilitas warga.

Melalui kerja bakti secara swadaya, warga bersama pemerintah desa membersihkan material longsor, memperbaiki badan jalan, dan membuka kembali jalur yang sebelumnya tidak dapat dilintasi. Kini, akses tersebut kembali bisa digunakan oleh kendaraan maupun masyarakat.

Camat Kokbaun, Andy Kalumbang, mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong merupakan warisan budaya yang harus terus dipelihara karena mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada Pemerintah Desa Obaki, Pemerintah Desa Muke, dan seluruh masyarakat yang telah bekerja bersama tanpa mengenal lelah. Gotong royong seperti ini adalah budaya luhur yang diwariskan para leluhur dan harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat menjadi ringan dan manfaatnya dapat dirasakan semua masyarakat,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Andy menegaskan, jalan tersebut bukan hanya menghubungkan dua wilayah administratif, tetapi juga menjadi jalur vital yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat di kedua kabupaten.

“Jalan ini bukan sekadar penghubung dua kabupaten, tetapi menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Karena itu, menjaga dan merawatnya merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Obaki, Dominikus Tilis, mengatakan perbaikan dilakukan karena masyarakat tidak ingin terlalu lama menunggu penanganan, mengingat pentingnya akses tersebut bagi kehidupan sehari-hari.

“Kami bersama Pemerintah Desa Muke sepakat untuk tidak menunggu terlalu lama. Dengan melibatkan seluruh masyarakat, kami bergotong royong membuka kembali akses jalan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Ini adalah bukti bahwa kebersamaan mampu mengatasi berbagai persoalan,” katanya.

Dominikus menjelaskan, terbukanya kembali jalan tersebut membuat masyarakat Desa Obaki dapat kembali memasarkan berbagai hasil pertanian, seperti kacang hijau, kopra, kemiri, dan komoditas lainnya ke wilayah Kabupaten Malaka.

Pemerintah dan masyarakat berharap semangat gotong royong lintas desa ini terus terjaga sebagai modal sosial dalam memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus mendukung pembangunan kawasan perbatasan yang lebih maju, aman, dan sejahtera.(Sys/ST).

 

Example 300250
Example 120x600