Example 728x250
BeritaOLAHRAGA

Demi King’s Cup 2026, Atlet Takraw NTT Rela Rogoh Kocek Pribadi untuk Bertanding di Liga Wilayah II Surabaya

19
×

Demi King’s Cup 2026, Atlet Takraw NTT Rela Rogoh Kocek Pribadi untuk Bertanding di Liga Wilayah II Surabaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak para atlet sepak takraw asal NTT

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARATTS.COM | SURABAYA – Semangat para atlet sepak takraw asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengharumkan nama daerah tak surut meski harus menghadapi keterbatasan anggaran. Mereka tetap bertanding di ajang Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II Tahun 2026 yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, mulai Rabu (2/7/2026), dengan sebagian kebutuhan selama kompetisi masih harus ditanggung secara mandiri.

Example 300x600

Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II 2026 diikuti sembilan provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi antardaerah, tetapi juga menjadi sarana seleksi atlet terbaik yang akan dipersiapkan memperkuat Indonesia pada kejuaraan bergengsi King’s Cup 2026 di Thailand yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Kontingen NTT mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk membantu biaya keberangkatan dan kebutuhan selama mengikuti kompetisi. Bantuan tersebut berasal dari Wali Kota sebesar Rp3 juta, anggota DPRD Dicky Talo sebesar Rp250 ribu, anggota DPRD Beny Selan Rp250 ribu, anggota DPRD Yafet Horo Rp500 ribu, serta Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) NTT sebesar Rp5 juta.

Meski demikian, bantuan tersebut dinilai belum mampu menutupi seluruh kebutuhan kontingen selama mengikuti kejuaraan.

Salah seorang atlet NTT, Ujar, mengatakan seluruh atlet sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari para donatur. Namun, mereka masih harus mengeluarkan biaya pribadi agar tetap bisa mengikuti kompetisi.

«”Sumbangan dari para donatur sangat kami syukuri. Namun, untuk memenuhi seluruh kebutuhan selama mengikuti Liga Sepak Takraw Wilayah II ini, sisanya masih harus ditanggung sendiri oleh para atlet,” ujarnya kepada awak media.»

Menurutnya, perjuangan atlet tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan selama mengikuti kejuaraan. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan cabang olahraga sepak takraw.

Ia menilai dukungan yang memadai akan membuat para atlet lebih fokus menjalani latihan dan pertandingan tanpa harus memikirkan persoalan biaya.

Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II 2026 diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Indonesia pada ajang King’s Cup 2026 di Thailand.

Selain menjadi wadah pembinaan prestasi, kejuaraan ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, sportivitas, dan meningkatkan kualitas olahraga sepak takraw di Indonesia.(Sys/ST).

Example 300250
Example 120x600