Ket foto : Bupati Kupang Yosef Lede bersama para pendeta di Gereja Narwastu Noelbaki
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu
SUARA TTS.COM | KUPANG – Suasana haru menyelimuti Gereja GMIT Narwastu Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (5/7/2026). Jemaat dengan penuh kasih melepas Pendeta Jane Tuulima-Konay, S.Th., yang telah melayani selama tujuh tahun, sekaligus menyambut Pendeta Jhon Tani Famaney, S.Th., sebagai pelayan baru.
Ibadah serah terima pelayanan berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jemaat. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pelayanan Pdt. Jane di GMIT Narwastu Noelbaki setelah menerima penugasan baru untuk melayani di GMIT Sion Oepura.
Prosesi serah terima turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Jhony Army Konay, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah Pdt. Alfred Waangsar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kupang Tengah, para kepala desa, serta para pendeta se-Klasis Kupang Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas dedikasi Pdt. Jane selama melayani jemaat Noelbaki. Menurutnya, seorang pendeta tidak hanya menjalankan tugas pelayanan rohani, tetapi juga berperan membangun kehidupan sosial dan moral masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat kepada kedua pendeta yang hari ini melakukan serah terima jabatan. Semoga selalu diberkati dalam tugas dan pelayanan di tempat yang baru. Percayalah, Tuhan yang mengutus, Tuhan juga yang akan menyertai,” ujar Yosef Lede.
Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk mendukung pelayanan pendeta yang baru agar program-program gereja dapat terus berjalan dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, Pdt. Alfred Waangsar, menegaskan bahwa perpindahan tugas merupakan bagian dari dinamika pelayanan di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Menurutnya, mutasi bukan sekadar pergantian tempat tugas, melainkan bagian dari panggilan Tuhan yang harus diterima dengan iman dan sukacita.
“Para pendeta harus menerima tugas ini dengan iman dan sukacita. Dinamika pelayanan pasti ada, tetapi percayalah Tuhan pasti menolong. Cara berpikir dan tindakan kita harus berintegritas, serta menjadikan rumah sebagai identitas keluarga Kristen yang percaya kepada Tuhan,” pesannya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Jane atas dedikasi selama tujuh tahun menggembalakan jemaat Narwastu Noelbaki serta mengajak seluruh jemaat menerima dan mendukung pelayanan Pdt. Jhon Tani Famaney.
Suasana semakin emosional ketika Pdt. Jane Tuulima-Konay menyampaikan pesan perpisahannya.
Dengan suara bergetar, ia mengenang perjalanan pelayanan yang telah dijalani bersama jemaat selama tujuh tahun.
“Saya bersama keluarga sangat bersyukur kepada Tuhan. Hanya karena karya dan kekuatan dari-Nya, saya bisa konsisten melayani jemaat di sini selama tujuh tahun,” ucapnya.
Ia mengaku banyak pengalaman berharga yang diperoleh selama melayani di Noelbaki. Baginya, jemaat bukan hanya tempat menjalankan tugas, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga yang bertumbuh bersama dalam iman.
Ungkapan tersebut disambut isak tangis sejumlah jemaat yang selama ini merasakan kedekatan dengan Pdt. Jane dan keluarganya. Suasana haru terlihat saat jemaat memberikan pelukan, berjabat tangan, serta menyampaikan doa dan ucapan selamat atas penugasan barunya.
Di sisi lain, kehadiran Pdt. Jhon Tani Famaney disambut penuh sukacita. Jemaat berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan berbagai pelayanan yang telah dirintis serta membawa semangat baru bagi pertumbuhan iman warga gereja.
Prosesi serah terima pelayanan itu menjadi simbol kesinambungan pelayanan di GMIT Narwastu Noelbaki. Dengan doa dan pengharapan, jemaat melepas pelayan lama yang telah mengabdi dengan setia sekaligus menyambut gembala baru yang siap melanjutkan estafet pelayanan demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan jemaat.(Sys/ST).















