Example 728x250
Berita

Longsor Lumpuhkan Akses, DPRD TTS Minta OPD Bergerak Cepat

42
×

Longsor Lumpuhkan Akses, DPRD TTS Minta OPD Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Ketua Komisi 1 DPRD TTS, Marthen Natonis,S.Hut,M.Si

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Bencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akibat curah hujan tinggi yang terus berlangsung mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi I DPRD TTS, Marthen Natonis, S.Hut., M.Si. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera bergerak cepat menangani dampak bencana yang telah mengganggu aktivitas masyarakat dan memutus akses transportasi di beberapa wilayah.

Example 300x600

Menurut Marthen Natonis, kondisi yang terjadi saat ini merupakan situasi darurat yang membutuhkan langkah luar biasa dari pemerintah daerah. Terputusnya akses jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada roda perekonomian, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Ketika jalan strategis lumpuh, maka urat nadi perekonomian, akses kesehatan, dan mobilitas masyarakat ikut lumpuh. Dalam situasi seperti ini, efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk lambat bergerak. Keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Marthen, Selasa (23/6/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati TTS yang telah turun langsung meninjau sejumlah titik longsor untuk memastikan kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bupati TTS yang telah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab dengan turun langsung ke lokasi bencana. Langkah ini menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap kondisi masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, Marthen menegaskan bahwa langkah cepat Bupati harus segera diikuti oleh OPD teknis melalui tindakan nyata di lapangan.

“Bupati sudah membuka jalan dengan meninjau langsung lokasi bencana. Kini saatnya Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan instansi terkait membuktikan kinerjanya. Alat berat harus segera dikerahkan ke titik-titik longsor, jalur alternatif harus dibuka, dan keselamatan warga harus menjadi prioritas,” katanya.

Selain merusak infrastruktur jalan, longsor juga mengancam permukiman warga. Berdasarkan laporan yang diterima, di wilayah RT 12 terdapat lima rumah yang hancur akibat longsor. Sementara di RT 14, sekitar 30 rumah berada dalam kondisi terancam jika hujan terus berlangsung dan terjadi pergerakan tanah susulan.

Akibat kondisi tersebut, lima kepala keluarga telah dievakuasi karena rumah mereka mengalami kerusakan berat. Warga lainnya juga mulai bersiap melakukan evakuasi mandiri guna menghindari risiko yang lebih besar.

Melihat situasi tersebut, Marthen mendorong Pemerintah Kabupaten TTS untuk segera mempercepat penggunaan Dana Tidak Terduga (DTT) guna mendukung penanganan darurat, evakuasi warga, penyediaan bantuan logistik, serta penanganan lokasi terdampak.

“Kami mendorong pemerintah daerah agar segera memanfaatkan Dana Tidak Terduga untuk mendukung penanganan bencana. Masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata melalui bantuan kemanusiaan dan langkah-langkah cepat di lapangan,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingat sebagian ruas jalan yang terdampak merupakan jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sangat diperlukan agar penanganan kerusakan jalan, pemulihan akses transportasi, dan penanganan dampak bencana terhadap masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Lebih lanjut, Marthen mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, relawan, dan pihak terkait lainnya untuk turut membantu pemerintah dengan melaporkan titik-titik bencana yang terjadi di wilayah masing-masing.

Menurutnya, data yang lengkap dan akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung langkah penanganan yang terkoordinasi dan efektif.

“Untuk mendukung langkah pemerintah dalam penanganan longsor, kami berharap informasi dari semua pihak terkait titik-titik lokasi bencana dapat direkap dan dihimpun dengan baik agar menjadi dasar dalam gerakan penanganan bencana di Kabupaten TTS,” pungkasnya.

DPRD TTS berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menghadapi bencana yang terjadi sehingga keselamatan masyarakat dapat terjamin dan aktivitas sosial ekonomi warga dapat segera pulih kembali.Naskah ini sudah disusun dengan gaya berita media online, menonjolkan desakan DPRD TTS agar OPD bergerak cepat sekaligus dukungan terhadap langkah Bupati TTS dalam menangani bencana longsor.(Sys/ST).

Example 300250
Example 120x600