Example 728x250
Kesehatan

PDGI NTT Gelar Baksos di SD Inpres Nulle, Edukasi Anak Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini

104
×

PDGI NTT Gelar Baksos di SD Inpres Nulle, Edukasi Anak Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak dokter gigi dari PDGI NTT saat memberikan penyuluhan kepada siswa/siswi SD Inpres Nulle (dok/Erik)

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Persatuan Dokter Gigi Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) kesehatan gigi dan mulut di SD Inpres Nulle, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (22/5/2026).

Example 300x600

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Dalam kegiatan itu, para dokter gigi memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kondisi gigi siswa, hingga tindakan pencabutan gigi susu yang sudah goyang.

Bakti sosial berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Mei 2026. Selain di SD Inpres Nulle, kegiatan serupa juga menyasar sejumlah sekolah lain yang tersebar di wilayah Kabupaten TTS.Ketua Panitia Baksos, drg. Ignasius Dimas Hans Situmorang mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan PDGI NTT yang tahun ini dipusatkan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.

“Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten di NTT. Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut sejak dini, khususnya usia sekolah, itu sangat penting,” ujarnya saat diwawancarai.

Menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar sangat rentan mengalami kerusakan gigi, terutama pada gigi susu yang lebih mudah berlubang dibandingkan gigi permanen. Karena itu, pencegahan dan edukasi harus dilakukan sejak dini agar pertumbuhan gigi permanen anak tetap sehat.

Ia menjelaskan, tindakan pencabutan gigi umumnya dilakukan pada siswa kelas 1 dan 2 SD karena pada usia tersebut sedang terjadi proses pergantian gigi susu ke gigi permanen, khususnya pada bagian depan dan bawah.

“Kalau bisa targetnya semua sekolah, tetapi dilakukan secara bertahap karena kegiatan bakti sosial ini hanya dilaksanakan sekali dalam setahun,” katanya.

Ket foto : Nampak para dokter saat melakukan pemeriksaan gigi siswa SD Inpres Nulle (dok/Erik).

Selain pemeriksaan kesehatan gigi, para siswa juga diberikan edukasi tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar. Para dokter gigi mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi yang tepat agar mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dimas berharap melalui kegiatan tersebut, para guru, siswa maupun orang tua semakin sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan.

“Semoga semua guru, murid dan orang tua lebih sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting untuk kesehatan anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Inpres Nulle, Sami S. Sabuna mengaku senang dan menyambut baik kegiatan bakti sosial yang dilakukan PDGI NTT di sekolahnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena membantu membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Ket foto : Nampak para siswa diajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar (dok/chr)

“Kegiatan ini sangat bagus karena anak-anak bisa mulai terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak kecil. Mereka juga jadi lebih paham bagaimana cara merawat gigi dengan baik,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, para siswa tampak antusias mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika para siswa diajak mempraktikkan cara menyikat gigi bersama para dokter gigi dan tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi terus meningkat sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan lebih nyaman dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah. (Sys).

Example 300250
Example 120x600