Example 728x250
Berita

PDIP TTS Dorong Evaluasi Total Perangkat Desa

342
×

PDIP TTS Dorong Evaluasi Total Perangkat Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD TTS, Yerim Yoss Fallo 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh perangkat desa di wilayah Kabupaten TTS.

Example 300x600

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD TTS, Yerim Yoss Fallo, kepada wartawan pada Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan guna memperbaiki tata kelola pemerintahan desa serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Yerim menjelaskan, beberapa waktu lalu sekitar 15 kepala desa di Kabupaten TTS dinonaktifkan dari jabatannya karena dinilai memiliki kinerja yang kurang baik.

Namun hingga saat ini, menurutnya belum terlihat adanya evaluasi internal terhadap perangkat desa yang juga memiliki peran penting dalam jalannya pemerintahan desa.

“Beberapa desa bahkan mengalami kejadian berulang, di mana kepala desa dinonaktifkan lalu kemudian dilantik kembali. Ini menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya berada pada kepala desa, tetapi ada indikasi masalah juga pada perangkat desa,” ujarnya.

Ia mencontohkan situasi yang terjadi di Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan. Menurutnya, diduga terjadi persoalan antar sesama perangkat desa yang berdampak pada terganggunya proses administrasi dan pelayanan publik di desa tersebut.

“Di Desa Tuasene misalnya, ada persoalan antar sesama perangkat desa yang mengakibatkan pelayanan publik terganggu. Kondisi ini melemahkan kinerja kepala desa hingga akhirnya dinonaktifkan. Namun kemudian kepala desa tersebut kembali dilantik,” jelasnya.

Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat desa agar kejadian pemberhentian sementara kepala desa seperti yang terjadi sebelumnya tidak terus terulang, baik di desa tersebut maupun di desa-desa lain di Kabupaten TTS.

Selain itu, Yerim menegaskan bahwa evaluasi perangkat desa juga penting dilakukan karena sejumlah faktor lain.

Ia menyebutkan, ada perangkat desa yang meninggal dunia, ada yang lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS), ada yang sakit dalam waktu lama sehingga tidak melaksanakan tugas, hingga ada pula yang tersandung kasus hukum namun belum digantikan.

“Beberapa posisi perangkat desa sampai sekarang belum diganti karena belum ada format yang jelas untuk penggantiannya. Karena itu, melalui evaluasi ini diharapkan bisa menjadi dasar untuk mengisi jabatan yang kosong maupun mengganti perangkat yang bermasalah,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan berharap melalui evaluasi total tersebut, pemerintahan desa di Kabupaten TTS dapat berjalan lebih baik, profesional, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.(Sys).

 

 

Example 300250
Example 120x600