Ket foto : Nampak Kapolres TTS AKBP Kristyan B Martino menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan pemuda Noinbila
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Langkah inspiratif ditunjukkan tiga komunitas pemuda di Desa Nonbila, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Di tengah kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para pemuda justru memilih mengalihkan dana yang biasanya digunakan untuk kegiatan karnaval menjadi bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Flores.
Tiga komunitas pemuda yang beranggotakan sekitar 100 orang tersebut secara sadar memutuskan untuk tidak mengikuti parade karnaval tahun ini. Dana yang sebelumnya dipersiapkan untuk berbagai kebutuhan karnaval dialihkan untuk berdonasi ke Posko Bencana Flores serta mendukung kegiatan sosial lainnya yang dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Keputusan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas para pemuda Desa Nonbila terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi dampak bencana di wilayah Flores.
Pada tahun-tahun sebelumnya, ketiga komunitas tersebut dapat menghabiskan anggaran hingga sekitar Rp23 juta untuk mengikuti kegiatan karnaval. Anggaran itu biasanya digunakan untuk penyewaan truk transportasi, sound system, lighting, pembuatan kaus, konsumsi hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Namun, pada perayaan HUT RI tahun ini, para pemuda memilih mengambil langkah berbeda. Mereka sepakat untuk tidak menggelar kegiatan yang membutuhkan biaya besar dan mengutamakan aksi kemanusiaan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Timor Tengah Selatan, AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM.
Kapolres menilai keputusan para pemuda tersebut merupakan tindakan positif yang menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
“Langkah ini sangat luar biasa dan patut diacungi jempol. Alangkah baiknya dana yang ada disalurkan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Flores, atau untuk kegiatan positif lainnya seperti renovasi tempat ibadah dan sarana sekolah,” ujar AKBP Kristiyan B. Martino.
Menurutnya, pilihan para pemuda Nonbila patut menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. Perayaan HUT RI tidak harus selalu identik dengan kemeriahan dan pesta, tetapi dapat dimaknai melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap aksi kepedulian tersebut, Kapolres TTS secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan pemuda Desa Nonbila di Mapolres TTS, Jumat (28/8/2026) sore.
Pemberian penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas inisiatif dan kepedulian sosial yang ditunjukkan para pemuda.
Kapolres juga mengimbau komunitas pemuda lainnya di wilayah Kabupaten TTS agar dapat mengikuti langkah positif tersebut dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang membangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Memaknai perjuangan para pahlawan adalah dengan melakukan hal-hal positif yang membangun dan peduli terhadap sesama. Semoga kebaikan para pemuda Nonbila ini menjadi pemantik semangat kepedulian di seluruh wilayah TTS,” pungkasnya.
Aksi tiga komunitas pemuda Desa Nonbila ini menjadi contoh bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Bukan hanya melalui perayaan yang meriah, tetapi juga lewat kepedulian, solidaritas dan gotong royong untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan.
Pilihan para pemuda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara di daerah lain sedang menghadapi musibah.(Sys/ST)

















