Example 728x250
Berita

Proyek Rabat Jalan di Desa Laob Mandek, Warga Keluhkan Aktivitas Ekonomi Terganggu

3443
×

Proyek Rabat Jalan di Desa Laob Mandek, Warga Keluhkan Aktivitas Ekonomi Terganggu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak pekerjaan jalan rabat di desa Laob

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARATTS.COM | SOE – Pekerjaan peningkatan jalan rabat beton beserta bangunan pelengkap sepanjang 500 meter di Desa Laob, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 hingga kini belum juga rampung dikerjakan.

Example 300x600

Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp329.968.000 tersebut berdasarkan kontrak dikerjakan selama 90 hari kalender dan berlokasi di Dusun II Kaekolin.

Namun memasuki tahun 2026, pekerjaan tersebut masih menyisakan bagian jalan yang belum diselesaikan. Kondisi ini menuai keluhan masyarakat setempat.

Pasalnya, material pekerjaan yang menutup badan jalan membuat warga kesulitan beraktivitas, terutama saat membawa hasil pertanian keluar desa untuk dijual.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk masyarakat, khususnya saat musim hujan.

“Kalau musim hujan kami seperti terisolir karena dihimpit dua sungai. Ini satu-satunya jalan keluar. Kalau tidak segera diselesaikan, masyarakat sangat kesulitan dan perekonomian jadi terhambat,” ujarnya kepada media ini, Jumat (20/2/2026).

Ia berharap pemerintah desa maupun pihak pelaksana segera menuntaskan pekerjaan tersebut agar tidak terus menghambat aktivitas warga.

“Apalagi ini sudah tahun 2026, jadi kami minta segera diselesaikan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Simon Petrus Jami, terkait pekerjaan jaringan perpipaan di desa tersebut yang disebut telah melewati batas waktu penyelesaian sejak 26 November 2025 namun belum menunjukkan perkembangan berarti.

Menurutnya, posisi jaringan pipa yang dipasang sepanjang bahu jalan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kalau suatu saat ada perbaikan jalan kabupaten, pasti pipa-pipa ini akan jadi korban. Selain itu kalau jalan sudah diperbaiki dan pipa tetap terkubur di bahu jalan, maka akan sulit diperbaiki kalau terjadi kerusakan,” jelasnya.

Terkait pekerjaan rabat jalan, ia mengaku mendapat informasi bahwa sebagian besar pekerjaan sebenarnya sudah selesai dari bagian deker hingga ujung tikungan, dan tersisa sekitar 150 meter ruas lurus yang belum dikerjakan.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Roni Bana, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak memberikan respons meski telah dihubungi sebanyak empat kali.

Hal serupa juga terjadi saat media ini mencoba menghubungi Kepala Desa Laob, Jeheskial Pay. Panggilan telepon yang dilakukan hingga tujuh kali tidak mendapat tanggapan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab mandeknya pekerjaan tersebut.(Sys).

 

 

Example 300250
Example 120x600