Example 728x250
Berita

PSU Jadi Kesempatan Kedua, Adu Strategi dan “Logistik” Siapa Lebih Lihai?

208
×

PSU Jadi Kesempatan Kedua, Adu Strategi dan “Logistik” Siapa Lebih Lihai?

Share this article
Example 468x60

Ket foto : Ilustrasi okomama dengan uang 50 ribu di dalamnya

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, Dion Kota 

Example 300x600

SUARA TTS. COM | SOE – KPU Kabupaten TTS telah mengeluarkan jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di 12 TPS pada Sabtu 24 Februari mendatang. PSU menjadi kesempatan kedua bagi Caleg yang belum mengamankan kursi untuk membalikkan keadaan.

Tentunya, untuk membalikkan keadaan ini bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan strategi dan logistik yang tebal untuk bisa membalikkan keadaan.

Di Pileg 2019 lalu, PKS terpaksa kehilangan kursi di Dapil 2 lewat drama PSU. Dimana, sebelum PSU, PKS berhasil mendapatkan terakhir (kursi ke-7) dengan selisih suara akumulasi tak sampai 100 suara dari Nasdem.Setelah PSU, Partai Nasdem berhasil membalikkan keadaan dengan selisih 30-an suara.

Tensi PSU berbeda dengan tensi pemungutan suara pada 14 Februari lalu. Jumlah TPS yang jauh lebih kecil, dengan pesebaran yang lebih sempit membuat gesekan antara caleg akan jauh lebih keras.

Selisih suara yang sudah terlihat dalam data C1 yang dipegang masing-masing caleg, membuat tensi PSU sangat tinggi.

Untuk menang dalam PSU para Caleg tak bisa menggunakan strategi yang biasa. Kondisi PSU memaksa para Caleg harus menggunakan startegi ekstra. Memastikan raihan 1 suara dalam PSU menjadi sangat penting. Di sisi lain gangguan dari tim caleg lawan harus diantisipasi. Memasang mata-mata di tim sukses caleg lawan menjadi salah satu strategi penentu untuk mengetahui langkah politik lawan.

Logistik (Uang) menjadi hal penting yang harus dimiliki Caleg untuk mengamankan kemenangan dalam PSU.

Praktek membeli suara akan menjadi marak terjadi dalam PSU. Hukum ekonomi akan berlaku pada kondisi ini. Dimana, jumlah suara terbatas namun permintaan yang tinggi membuat harga suara menjadi naik.

Kondisi PSU memaksa tim sukses untuk masuk dari rumah ke rumah guna menawarkan harga jagoannya. Mulai dari 250 ribu per suara hingga 300 ribu per suara. Untuk Caleg dengan logistik tebal, paket sembako bisa menjadi pemanis tambahan yang ditawarkan guna mendapatkan 1 suara.

Anggota DPRD Kabupaten TTS, Yupik Boimau menyebut praktek jual beli suara menjadi sangat marak menjelang hari PSU. Tak tanggung-tanggung, nilai yang ditawarkan pada masyarakat pun tak kecil.

“ Kakak, coba pantau ini PSU, orang masuk ke luar rumah tawar uang untuk beli suara dengan 250 ribu, 300 ribu bahkan ada berani sampai 500 ribu. Ini orang sudah cerita dimana-mana,” ungkap Yupik kepada awak media, Rabu 21 Februari 2024.

Salah seorang warga Kota soe mengaku, saat ini tim sukses para caleg mulai masuk dari rumah ke rumah untuk mendudukan okomama. Nilai uang yang ditaruh dalam okomama pun tak kecil demi mendapatkan 1 suara.

“ Tim sukses dong (mereka) sekarang su mulai masuk dari rumah ke rumah. Dong jalan dengan malam-malam. Dong kasih duduk okomama dengan 250 ribu lalu minta dukungan untuk PSU. Caleg dong berani bayar 1 suara dengan 250 ribu,” ujarnya.

Di sinilah para pengawas pemilu memainkan peranan penting guna mencegah bahkan menangkap tangan praktek money politik. Kesadaran masyarakat yang masih rendah dan kemasan money politik yang dibungkus dalam tradisi okomama menjadi tantangan tersendiri bagi pengawas pemilu dalam menegakan pemilu yang adil. (DK)

Editor : Erik Sanu 

Example 300250
Example 120x600