Example 728x250
Berita

Viral di Medsos, Isu Pendamping PKH Desa Nusa Akhirnya Diklarifikasi

103
×

Viral di Medsos, Isu Pendamping PKH Desa Nusa Akhirnya Diklarifikasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ket foto : Tim Araksi bersama pendamping PKH dan pemdes Nusa

Laporan Reporter SUARA TTS.COM Erik Sanu

Example 300x600

SUARA TTS.COM | SOE – Isu terkait dugaan sikap tidak pantas seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang sempat viral di media sosial akhirnya diklarifikasi secara terbuka oleh pemerintah desa bersama sejumlah pihak terkait.

Klarifikasi tersebut digelar di Aula Kantor Desa Nusa pada Senin (20/4/2026), dengan menghadirkan pemerintah desa, perwakilan Aliansi Anti Korupsi Timor Tengah Selatan, serta pendamping PKH Desa Nusa, Imelda J. Manu.

Sebelumnya, isu tersebut beredar melalui unggahan akun anonim di media sosial yang menuding pendamping PKH di Desa Nusa bersikap kasar, sering berbicara dengan nada tinggi, bahkan melakukan intimidasi terhadap penerima manfaat, khususnya warga lanjut usia. Unggahan tersebut kemudian dibagikan di beberapa grup Facebook dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Imelda J. Manu menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menyampaikan bahwa selama menjalankan tugas sebagai pendamping PKH, dirinya selalu berpedoman pada aturan serta prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya tegaskan bahwa apa yang disampaikan dalam postingan tersebut tidak benar. Tugas kami sebagai pendamping PKH memang mengharuskan untuk mengumpulkan data kehadiran siswa penerima bantuan, mendokumentasikan kegiatan, serta melaporkannya ke sistem pemerintah pusat,” jelas Imelda dalam forum klarifikasi.

Ia juga menanggapi tudingan bahwa dirinya sering memarahi warga saat kegiatan pendampingan. Menurutnya, teguran yang disampaikan kepada peserta kegiatan semata-mata untuk menjaga ketertiban serta kelancaran kegiatan, termasuk saat pengambilan dokumentasi yang menjadi bagian dari laporan resmi program PKH.

“Jika terkadang nada bicara saya terdengar keras, itu hanya untuk mengingatkan agar kegiatan berjalan sesuai aturan. Saya juga memohon maaf jika hal tersebut menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Araksi TTS, Maci Selan, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan pendamping PKH yang bersedia memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurutnya, klarifikasi tersebut penting untuk meluruskan informasi yang telah beredar luas dan sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami dari Araksi TTS mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Nusa dan Ibu Imelda yang telah memberikan penjelasan secara terbuka. Setelah mendengar langsung klarifikasi hari ini, kami menilai bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus selalu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan rasa hormat, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Kegiatan klarifikasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Nusa, Sekretaris Desa, perangkat desa, serta sejumlah perwakilan Araksi TTS, di antaranya Patricia Taebenu, Simon Tunmuni, Bilpika Boimau, dan Apryani Fallo.

Diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600