Example 728x250
OLAHRAGA

Wagub Johni Asadoma Buka Turnamen Tinju UPG 1945, Bidik Emas PON 2028

38
×

Wagub Johni Asadoma Buka Turnamen Tinju UPG 1945, Bidik Emas PON 2028

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat membuka Open Turnamen Tinju Amatir dan Futsal Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, resmi membuka Open Turnamen Tinju Amatir dan Futsal Piala Rektor Cup III Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT Tahun 2026 di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Kamis (4/6/2026).

Example 300x600

Kejuaraan yang mengusung tema “Ayo Bangun Nusa Tenggara Timur dan Ayo Bangun Kejayaan Olahraga Tinju di Nusa Tenggara Timur” itu menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus wadah mengasah kemampuan para atlet muda dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa cabang olahraga tinju masih menjadi salah satu andalan NTT dalam mendulang prestasi di tingkat nasional. Karena itu, berbagai kejuaraan yang digelar secara berkelanjutan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding para atlet.

“Setiap kejuaraan adalah ajang uji coba teknik, taktik, dan stamina yang sudah kita latih di tempat latihan masing-masing. Inilah tempat kita mempraktikkan seluruh keterampilan yang telah diperoleh. Kejuaraan seperti ini memberikan pengalaman dan menambah jam terbang bagi para atlet,” ujar Johni.

Menurutnya, pengalaman bertanding merupakan faktor penting dalam membentuk atlet berprestasi. Semakin banyak mengikuti kompetisi, semakin matang pula mental dan kemampuan atlet saat menghadapi event yang lebih besar.

Johni mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT telah menargetkan prestasi maksimal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 saat NTT menjadi salah satu tuan rumah bersama provinsi lainnya. Untuk cabang olahraga tinju, pemerintah menargetkan mampu menyumbangkan sedikitnya empat medali emas.

“Tinju dan cabang olahraga bela diri lainnya merupakan salah satu kekuatan olahraga NTT yang kita andalkan untuk meraih medali pada PON mendatang. Kejuaraan ini menjadi ajang persiapan menghadapi event besar tersebut,” tegasnya.

Turnamen tinju yang berlangsung pada 4 hingga 10 Juni 2026 itu diikuti 264 atlet, terdiri dari 46 petinju putri dan 218 petinju putra. Mereka berasal dari 28 tim yang terdiri atas sasana tinju, perguruan tinggi, Pengkab dan Pengkot Pertina, PPLD, SKO se-NTT, serta delapan tim dari Timor-Leste.

Para petinju akan bertanding pada berbagai kategori, yakni Junior Girls, Junior Boys, Youth Girls, Youth Boys, Elite Women, dan Elite Men.

Selain cabang olahraga tinju, Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT juga mempertandingkan cabang olahraga futsal yang berlangsung pada 2–8 Juni 2026. Sebanyak 24 tim dari 10 perguruan tinggi di Kota Kupang turut ambil bagian dalam turnamen futsal tersebut.

Johni juga memberikan apresiasi kepada Universitas Persatuan Guru 1945 NTT yang selama ini konsisten mendukung pengembangan olahraga melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi dan pemberian beasiswa kepada atlet berprestasi.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada kontingen Timor-Leste yang ikut berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, olahraga dapat menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama antara kedua wilayah yang bertetangga dekat tersebut.

“Kita berharap Timor Leste terus berpartisipasi dalam berbagai pertandingan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai negara tetangga, hubungan ini harus terus kita perkuat melalui olahraga,” katanya.

Kepada seluruh atlet yang bertanding, Johni berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan.

“Siapa yang siap dan disiplin maka dia pasti menang. Kemenangan hanya diraih oleh mereka yang rajin berlatih. Kalau hari ini kalah, jadikan pengalaman untuk berlatih lebih giat lagi,” pesannya.

Mantan atlet tinju nasional itu juga membagikan pengalaman saat berhasil meraih medali pada ajang SEA Games 1983 ketika berusia 17 tahun. Ia menegaskan bahwa kerja keras, disiplin, dan latihan yang konsisten merupakan kunci utama untuk mencapai prestasi tertinggi.

Sementara itu, Rektor UPG 1945 NTT, Uly J. Riwu Kaho, mengatakan kampus yang dipimpinnya telah berkomitmen melakukan pembinaan olahraga sejak tahun 2012. Melalui berbagai program pengembangan atlet, UPG 1945 NTT telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti bahwa putra-putri Nusa Tenggara Timur memiliki bakat, karakter, dan daya juang yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama NTT sekaligus memperkuat persiapan daerah menuju PON 2028.(Sys)

Example 300250
Example 120x600