Example 728x250
BeritaPOLITIK

Pilkada TTS, Penataan Birokrasi Harus Berani Tidak Prioritaskan Keluarga dan Tim Sukses Serta Rampingkan OPD

1202
×

Pilkada TTS, Penataan Birokrasi Harus Berani Tidak Prioritaskan Keluarga dan Tim Sukses Serta Rampingkan OPD

Share this article
Example 468x60

Ket. Foto : Suasana foto bersama pada bakal calon bupati TTS bersama pengurus DPC PKB Kab TTS di kantor Sekertariat DPC PKB 

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, DionKota

Example 300x600

SUARA TTS. COM | SOE – DPC PKB Kabupaten TTS menggelar diskusi pemaparan visi misi para bakal calon bupati TTS, Jumat 3 Mei 2024 di kantor sekertariat PKB. Pemaparan visi misi diikuti 6 bakal calon bupati yang mendaftar ke PKB yaitu, Roy Babys, Salmun Tabun, Alfred Baun, Yohanis Lakapu, Ananias Faot dan Uksam Selan.
Dalam kesempatan tersebut, para bakal calon menyoroti pentingnya penataan birokrasi yang sehat sebagai ujung tombak pembangunan di Kabupaten TTS.
Dalam melakukan penataan birokrasi, para bakal calon bupati sepakat untuk menempatkan orang sesuai kompetensi dan kinerjanya.
Penataan birokrasi tidak boleh dilakukan berdasarkan kedekatan (keluarga) atau karena tim sukses semata.
“ Kita tempatkan orang pada posisi tertentu karena dia mampu, bukan karena dia keluarga atau tim sukses. Ini sangat penting dalam penataan birokrasi. Karena asn merupakan ujung tombak dalam mewujudkan visi misi bupati. Jangan hari ini kita tempatkan orang di sini, besok di sana, lusa pindah lagi. Hanya karena tim sukses atau keluarga. Kalau model seperti itu orang tidak akan berpikir untuk bekerja lagi, karena dia sudah tahu dia akan kemana. Padahal dari segi kemampuan, orang itu tidak mampu ,” ungkap Salmun Tabun.
Hal senada diungkapkan Alfref Baun. Menurutnya penempatan ASN harus berdasarkan kealihan dan kemampuan. Jika Dirinya menjadi Bupati, ia akan menempatkan ASN sesuai kemampuan atau kealihan. Khusus pejabat esalon 2, akan diberikan kontrak kerja. Kalau tidak sanggup akan diganti.
“ Taroh orang karena kemampuan kalau mau birokrasi jalan baik. Khusus esalon 2 kita buat kontrak kerja, tidak mampu sampai target kita ganti. Kita taroh orang yang bisa kerja,” tegas Alfred.
Sementara itu, bakal calon bupati TTS, Roy Babys menekankan pentingnya menghemat anggaran dengan melakukan perampingan jumlah OPD. OPD yang ada saat ini dinilai terlalu gendut dan hanya menyedot anggaran.
“Saat ini jumlah OPD kita ada sekitar 40-an OPD. Jumlah itu terlalu gendut dan menyedot terlalu banyak anggaran. Kalau kita mau jujur, banyaknya OPD itu hanya untuk bagi-bagi jabatan untuk membalas budi kepada tim sukses maupun keluarga. Padahal kalau saja kita mau rampingkan (menggabungkan) OPD, ada berapa banyak anggaran yang bisa kita hemat dan dimanfaatkan untuk pembangunan ataupun pemberdayaan masyarakat,” sebut Roy.
“ Dinas ketahanan pangan bisa digabung dengan dinas pertanian dan peternakan. Badan Litbang bisa digabung dengan Bapeda. Dinas PUPR bisa digabung dengan PRKP. Dan beberapa OPD lainnya. Kalau saja itu dilakukan maka kita bisa melakukan penghematan anggaran yang luar bisa,” lanjutnya.
Pada penutupan dialog pemaparan visi misi, Ketua DPC PKB Kab TTS, Relygius Usfuna meminta para bakal calon bupati untuk berkomitmen jika terpilih nanti berani berkata tidak pada keluarga maupun tim sukses, khususnya dalam penempatan ASN.
“ Saya minta semua harus berani berkomitmen, kalau jadi Bupati nanti harus berani katakan tidak pada keluarga dan tim sukses. Tempatkan ASN berdasarkan kemampuan dan atas dasar kinerjanya,” pinta Usfunan. (DK)

Example 300250
Example 120x600