Example 728x250
BeritaPENDIDIKAN

UNICEF dan Dikbud TTS Perkuat Literasi, 10 SD Dibekali Bahan Bacaan Bermutu

8
×

UNICEF dan Dikbud TTS Perkuat Literasi, 10 SD Dibekali Bahan Bacaan Bermutu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak suasana pelatihan literasi dan pemanfaatan bahan bacaan bermutu

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – UNICEF bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan membaca murid sekolah dasar sejak kelas awal.

Example 300x600

Melalui pelatihan literasi dan pemanfaatan bahan bacaan bermutu, para guru dibekali strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan murid.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026, di Hotel Blessing Soe tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris Manafe, S.E., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD, Melianus Naitboho, S.H., Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini mendapat dukungan UNICEF dan Chery Foundation serta melibatkan 10 sekolah dasar dari sejumlah kecamatan di Kabupaten TTS.

Dalam pelatihan tersebut, guru dibekali metode untuk mengukur kemampuan membaca murid menggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA). Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi guru untuk menentukan bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan murid kelas I, II, dan III.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran membaca diharapkan lebih efektif karena guru dapat menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan murid.

Setiap sekolah mengutus kepala sekolah serta guru kelas I, II, dan III untuk mengikuti pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi dalam memanfaatkan bahan bacaan bermutu sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari.

Dalam sambutannya, Apris Manafe menyampaikan apresiasi kepada UNICEF, Chery Foundation, dan seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan literasi di Kabupaten TTS.

Ia berharap kolaborasi tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, khususnya kemampuan membaca dan memahami bacaan di kalangan murid sekolah dasar.

Apris juga meminta guru dan kepala sekolah memanfaatkan data dalam Rapor Pendidikan sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Menurutnya, guru perlu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk menemukan akar persoalan yang dihadapi murid selama proses pembelajaran. Dengan demikian, langkah perbaikan yang dilakukan tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi mengacu pada kebutuhan nyata murid.

Ia menegaskan bahwa data pendidikan tidak boleh sekadar menjadi laporan administratif. Data tersebut harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan, menentukan strategi pembelajaran, serta mengevaluasi hasil perbaikan yang dilakukan sekolah.

Dengan cara itu, pembelajaran literasi dapat dirancang lebih tepat sasaran sehingga kemampuan membaca dan memahami isi bacaan dapat berkembang sejak dini.

Sementara itu, perwakilan UNICEF NTT, Robertus Djone, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan literasi di satuan pendidikan.

Robertus menjelaskan, dukungan UNICEF di bidang pendidikan mencakup tiga program utama, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penguatan pendidikan dasar melalui literasi dan numerasi kelas awal, serta pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Ketiga program tersebut diarahkan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas tanpa ada yang tertinggal.

Menurut Robertus, program-program tersebut telah dilaksanakan di Kabupaten TTS sejak 2022. Program pencegahan dan penanganan ATS telah menjangkau empat desa.

Di bidang PAUD, dukungan diberikan melalui peningkatan kualitas guru dan penyediaan alat permainan edukatif bagi 40 satuan PAUD. Pada 2026, dukungan dilanjutkan untuk 15 satuan PAUD dan diperkuat melalui pelatihan berbasis kelompok kerja (PKG) di seluruh wilayah Kabupaten TTS pada Oktober–November 2026.

Sementara itu, dalam pengembangan literasi kelas awal, UNICEF telah mendukung pelaksanaan program di 20 SD model pada 2022–2023. Program tersebut kemudian diperluas melalui kelompok kerja guru (KKG) di sembilan kecamatan.

Dalam proses pengembangan program tersebut, tujuh trainer dari Kabupaten TTS dilatih bersama trainer dari Kota dan Kabupaten Kupang untuk memperkuat kapasitas pendampingan literasi di sekolah.

Pada pelatihan kali ini, 10 sekolah peserta juga mendapatkan dukungan bahan bacaan bermutu. Namun, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan buku. Para guru turut dibekali sembilan komponen literasi kelas awal dan strategi pemanfaatan bahan bacaan sesuai kebutuhan pembelajaran murid.

Robertus menambahkan, UNICEF bersama Chery Foundation akan mendukung peningkatan kapasitas guru kelas awal melalui pelatihan pemanfaatan bahan bacaan bermutu berbasis KKG di 32 kecamatan di Kabupaten TTS pada Oktober–November 2026.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang sesuai dengan kebutuhan murid.
Bahan bacaan yang tersedia juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, bukan hanya selama pelatihan, tetapi menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari di sekolah.

Adapun 10 sekolah dasar yang mengikuti kegiatan tersebut adalah SD Negeri Onibanam, SDI Mnelafau, SDI Supul Meo, SD Negeri Nasi, SD Negeri Ponas, SDK Yaswari Kuanoe, SDI Maunana, SD Negeri Sutual, SDI Bestaumuti, dan SDI Babuin.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai sembilan komponen literasi serta strategi pemanfaatan bahan bacaan bermutu untuk mendukung pembelajaran membaca di kelas awal.

Narasumber dalam kegiatan tersebut terdiri atas trainer literasi kelas awal dari Kabupaten TTS dan Kota Kupang, yakni Robertus Fahik, S.Fil., M.Si., Lefinus Asbanu, S.Pd., Simon Nenobais, S.Pd., Melkiur S. Sine, S.Pd., Wahyu Adi Suprianto, S.Pd., dan Indri Kristiana Koa, S.Pd.

Melalui pelatihan dan pendampingan lanjutan, kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, UNICEF, Chery Foundation, serta mitra terkait diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi guru dan memperkuat budaya membaca di sekolah.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600