Example 728x250
Berita

OPDIs Sambangi Oenino, Perjuangkan Hak Anak Disabilitas

2
×

OPDIs Sambangi Oenino, Perjuangkan Hak Anak Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket : Pose bersama usai kegiatan di Desa Oenino 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Organisasi penyandang disabilitas bersama pemerintah desa terus mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan ramah bagi anak serta remaja penyandang disabilitas.

Example 300x600

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kunjungan OPDIs di Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Untuk Memperkuat Keterlibatan Jaringan Keluarga dan Masyarakat dalam Mendukung Anak dan Remaja Disabilitas” ini menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan tersebut, para pengurus dan tokoh penyandang disabilitas bertemu langsung dengan orang tua serta keluarga anak dan remaja disabilitas dari tiga desa, yakni Desa Oenino, Desa Pene Utara, dan Desa Neke.

Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi keluarga, memahami tantangan yang dihadapi, serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya dukungan sosial bagi anak dan remaja penyandang disabilitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KIPDA TTS, Sanu Nuban; Kepala Desa Oenino, Yedid Nenobais; serta Ketua Forum Disabilitas Manekat, Robi Nuban.

Kepala Desa Oenino, Yedid Nenobais, menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Oenino mendukung penuh upaya memperkuat gerakan inklusi serta pemenuhan hak-hak anak dan remaja penyandang disabilitas di wilayahnya.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Oenino sangat mendukung penuh kegiatan kunjungan ini. Anak-anak dan remaja disabilitas adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat kami yang berhak mendapatkan perhatian, akses, serta hak yang sama. Melalui penguatan jaringan keluarga dan keterlibatan masyarakat ini, kami berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang inklusif dan ramah disabilitas,” ujar Yedid Nenobais.

Menurutnya, anak dan remaja penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang harus memperoleh perhatian dan kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.

Karena itu, keterlibatan pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar anak-anak penyandang disabilitas dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung, memperoleh pendampingan yang memadai, serta mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Ketua KIPDA TTS, Sanu Nuban, bersama Ketua Forum Disabilitas Manekat, Robi Nuban, menegaskan pentingnya membangun kolaborasi berkelanjutan antara organisasi masyarakat sipil, pendamping, keluarga, dan pemerintah desa.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena dukungan terhadap anak dan remaja penyandang disabilitas tidak dapat hanya dibebankan kepada orang tua atau keluarga.

Diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang menerima keberagaman dan memberikan ruang yang setara bagi setiap anak.

Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para orang tua sekaligus memperluas jaringan dukungan sosial di tingkat akar rumput, khususnya bagi keluarga anak dan remaja penyandang disabilitas di Kecamatan Oenino dan sekitarnya.

Melalui dialog langsung dengan keluarga, berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi diharapkan dapat menjadi perhatian bersama dalam mendorong dukungan yang lebih baik.

Kegiatan di Desa Oenino juga menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan perubahan cara pandang masyarakat.

Anak dan remaja penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi juga individu yang memiliki hak, potensi, dan kesempatan untuk berkembang.

Dukungan keluarga melalui pendampingan dan penerimaan, disertai kepedulian masyarakat serta perhatian pemerintah, menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang inklusif.

Masyarakat juga diharapkan dapat menghilangkan stigma dan perlakuan diskriminatif agar anak dan remaja penyandang disabilitas merasa diterima serta dapat berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

Melalui kegiatan Kunjungan OPDIs tersebut, sinergi antara KIPDA TTS, Forum Disabilitas Manekat, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.

Dengan demikian, upaya memperjuangkan hak anak dan remaja penyandang disabilitas tidak berhenti pada kegiatan pertemuan semata, tetapi dapat terus diwujudkan melalui kepedulian, pendampingan, dan dukungan nyata di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Sebab, mewujudkan masyarakat yang inklusif dimulai dari kesediaan untuk menerima, menghargai, dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk tumbuh dan berkembang.(Sys)

Example 300250
Example 120x600