Example 728x250
Berita

Penantian Panjang Berakhir, Kelompok Tani Suka Tani di TTS Terima Hand Traktor dari Usman Husin

14
×

Penantian Panjang Berakhir, Kelompok Tani Suka Tani di TTS Terima Hand Traktor dari Usman Husin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak ketua dan anggota kelompok tani bersama anggota DPR RI Usman Husin 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Penantian panjang Kelompok Tani Suka Tani di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TimorTengahSelatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) akhirnya terjawab. Kelompok tani tersebut menerima bantuan satu unit hand traktor dari Anggota DPR RI Komisi IV, Usman Husin, Jumat (30/10/2026).

Example 300x600

Bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh para petani. Kehadiran hand traktor diharapkan dapat membantu mempercepat pengolahan lahan, mengurangi beban kerja petani, serta meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Bagi Kelompok Tani Suka Tani, bantuan ini menjadi langkah penting dalam menjawab keterbatasan sarana pertanian yang selama ini mereka hadapi.

Ketua Kelompok Tani Suka Tani, Erick Hello, mengaku bersyukur karena kelompoknya akhirnya mendapatkan bantuan traktor untuk menunjang kegiatan pertanian.
Menurut Erick, sejak kelompok tani tersebut berdiri, mereka baru pertama kali menerima bantuan hand traktor.

“Selama ini sudah banyak kelompok yang didirikan, tetapi belum tersentuh bantuan traktor seperti ini. Ini baru pertama kali kami mendapat bantuan. Karena itu, saya mewakili seluruh anggota kelompok menyampaikan terima kasih kepada Bapak Usman Husin,” ungkap Erick, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, Kelompok Tani Suka Tani memiliki 15 anggota dengan total luas lahan garapan sekitar 10 hektare. Lahan tersebut terdiri atas enam hektare sawah dan empat hektare lahan kering.

Dengan adanya bantuan hand traktor, para petani berharap proses pengolahan tanah dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sehingga lahan pertanian bisa dimanfaatkan secara optimal.

Meski demikian, Erick mengatakan kelompoknya masih membutuhkan dukungan sarana pertanian lainnya untuk menunjang proses produksi hingga pascapanen.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti pada hand traktor, tetapi dapat berlanjut sesuai kebutuhan kelompok tani.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya sampai di sini, tetapi bisa berkelanjutan. Kelompok kami masih membutuhkan mesin penggiling jagung atau pemipil jagung serta sumur manual untuk mendukung kebutuhan air pertanian,” harapnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IV, Usman Husin, menegaskan bahwa bantuan alsintan yang disalurkan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian para anggota kelompok.

Ia meminta kelompok tani menjaga dan merawat hand traktor tersebut agar dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.
Usman juga mengingatkan agar bantuan yang diperjuangkannya tidak disalahgunakan, apalagi diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi.

“Alat ini harus dijaga dan digunakan bersama. Saya minta diawasi, jangan sampai disalahgunakan, apalagi diperjualbelikan. Bantuan ini diberikan untuk membantu petani mengolah lahan, sehingga harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” tegas Usman.

Menurutnya, penyerahan bantuan secara langsung kepada kelompok tani merupakan bagian dari upayanya memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengaku memilih turun langsung ke tengah masyarakat agar dapat mendengar dan mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan alat dan mesin pertanian hingga kebutuhan infrastruktur penunjang produksi.

“Itulah mengapa saya mau turunkan langsung bantuan kepada petani, bisa mengetahui berbagai macam persoalan yang mereka hadapi. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain bantuan hand traktor, Usman Husin mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya juga akan menyerahkan bantuan pembangunan irigasi tersier untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Dukungan infrastruktur pengairan dinilai penting untuk membantu petani mengelola lahan secara lebih optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bagi tanaman.
Usman menegaskan, seluruh bantuan yang disalurkan kepada kelompok tani tidak dipungut biaya.

“Semua bantuan ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Saya berharap petani memanfaatkan bantuan ini dengan baik untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan keluarga,” tandasnya.

Bagi Kelompok Tani Suka Tani, bantuan hand traktor tersebut menjadi awal dari harapan baru untuk meningkatkan kemampuan mengolah lahan dan mengembangkan usaha pertanian.

Para petani berharap perhatian terhadap kebutuhan sarana produksi dan infrastruktur pertanian dapat terus berlanjut, termasuk pemenuhan kebutuhan mesin pemipil jagung dan sumber air.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600