Ket foto : Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong penguatan literasi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelolanya secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengembangkan usaha produktif.
Pesan tersebut disampaikan Melki Laka Lena saat membuka Grand Final Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Gubernur, literasi keuangan bukan sekadar persoalan memiliki rekening bank atau mengakses layanan keuangan. Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki pemahaman yang memadai untuk merencanakan, mengelola, dan memanfaatkan keuangan secara tepat sesuai kebutuhan.
Ia menegaskan, akses keuangan harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi produktif dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Petani, misalnya, perlu memiliki kemampuan mengelola pendapatan hasil panen. Nelayan dan peternak juga perlu memahami cara memanfaatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha, sementara keluarga harus mampu merencanakan keuangan, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan kebutuhan pendidikan dan masa depan anak.
Dengan demikian, literasi keuangan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan sosialisasi.
Gubernur mengungkapkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, tingkat inklusi keuangan di NTT telah mencapai 92,78 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan baru berada pada angka 67,71 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah cukup luas. Namun, pemahaman mengenai produk, layanan, manfaat, serta risiko keuangan masih perlu terus ditingkatkan.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah, OJK, dan seluruh lembaga jasa keuangan untuk memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas dan bertanggung jawab.
Menurut Melki, penguatan literasi keuangan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat NTT.
Hal ini penting mengingat sekitar 60 persen masyarakat NTT bekerja di sektor pertanian. Karena itu, edukasi keuangan perlu menjangkau petani, nelayan, peternak, pelaku usaha mikro, hingga keluarga di wilayah perdesaan.
Pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat diharapkan membuat pemahaman keuangan lebih mudah diterapkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada OJK NTT bersama seluruh lembaga jasa keuangan yang terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat melalui berbagai program edukasi, termasuk Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penetapan pemenang, tetapi menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.
Kepada 20 finalis yang mengikuti ajang tersebut, Melki berpesan agar seluruh peserta tetap berkontribusi dalam menyebarluaskan literasi keuangan di berbagai wilayah NTT, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai duta.
Menurutnya, seluruh finalis memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan yang membantu masyarakat memahami pentingnya perencanaan keuangan, kebiasaan menabung, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta kewaspadaan terhadap risiko transaksi digital.
Karena itu, para finalis diharapkan tetap mendapatkan pembinaan dan ruang untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan edukasi keuangan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat NTT yang semakin cerdas mengelola keuangan dan bijak memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Masyarakat juga perlu dibekali pemahaman agar mampu mengenali risiko dalam transaksi keuangan, melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan, serta memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas, memperkuat usaha produktif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui penguatan literasi keuangan yang inklusif dan berkesinambungan, Pemerintah Provinsi NTT berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, mengembangkan potensi ekonomi, serta mempersiapkan masa depan keluarga dengan lebih baik.
Gubernur menegaskan, literasi keuangan harus menjadi gerakan bersama yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat demi mendukung terwujudnya NTT yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.(Sys/ST)

















