Example 728x250
Berita

Bawaslu TTS Tindaklanjuti Dugaan “Titip Menitip” PPS Lewat Komisoner KPU

1625
×

Bawaslu TTS Tindaklanjuti Dugaan “Titip Menitip” PPS Lewat Komisoner KPU

Share this article
SUARA TTS.COM/DK
Example 468x60

Ket. Foto: Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Desi Nomleni

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, DionKota

Example 300x600

SUARA TTS. COM | SOE – Usai menerima informasi awal terkait praktek dugaan “titip menitip” peserta seleksi PPS lewat Komisoner KPU Kabupaten TTS, Bawaslu Kabupaten TTS akan segera menindaklanjuti dugaan tersebut.
Hal ini diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Desi Nomleni saat dikonfirmasi awak media, Kamis 30 Mei 2024 di ruang kerjanya. Desi mengatakan, setelah menerima informasi awal yang disertai dengan alat bukti, pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi awal tersebut sesuai regulasi yang berlaku.
“ Karena sudah ada informasi awal, maka kita akan segera tindaklanjuti dugaan tersebut. Kita akan berpatokan pada regulasi dalam menelusuri dugaan tersebut,” ungkap Desi.
Terhadap informasi awal tersebut dikatakan Desi, akan dilakukan kajian sebelum disampaikan hasilnya.
“ Nanti kita akan lakukan kajian. Setelah itu baru kita sampaikan hasilnya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Saat ini beredaran tangkapan screen shoot percakapan WhatsApp antara anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kabupaten TTS terkait praktek titip menitip peserta seleksi panitia pemungutan suara (PPS) kepada komisoner KPU Kabupaten TTS.
Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp milik anggota PPK Amanuban Timur, Ibrahim Kedang diketahui adanya praktek titip menitip peserta seleksi PPS atas nama Orianus Sakan. Dimana disebut dalam percakapan tersebut, Orianus dititipkan melalui komisoner KPU, Fatimah dan lulus sebagai PPS Desa Taebone.
Masih dalam percakapan tersebut, disebut jika banyak PPS di Kecamatan Amanuban timur yang dititip lewat Komisoner KPU, Fatimah dan Mahrit Sakan.
Ibrahim yang dikonfirmasi pada Rabu 29 Mei 2024 membenarkan tangkap layar screen shoot WhatsApp tersebut. Ia mengaku, percakapan tersebut dilakukan dirinya dengan PPK Fatukopa.
Ia juga mengaku sempat menitip beberapa peserta seleksi PPS lewat Mahrit Sakan.
“ Kakak, itu betul saya punya tangkapan layar pesan WhatsApp. Memang beta ada titip beberapa orang lewat Pak Mahrit tapi sonde lolos kakak. Beta ada titip di Telukh juga tapi sonde lolos. Memang yang lain yang titip yang lolos kakak,” sebutnya.
Dirinya sempat keceplosan menyebut dirinya saat mengikuti seleksi PPK juga dititip pada Fatimah dan lolos seleksi PPK dan kini menjabat sebagai anggota PPK Kecamatan Amanuban Timur.
“ Hanya memang beta PPK lewat ibu Fatimah,” sebutnya.
Didampingi Hiasintus, Komisioner KPU kabupaten TTS, Ketua KPU, Andhy Funu membantah jika ada praktek “titip menitip” dalam proses seleksi PPS untuk Pilkada TTS. Dirinya menyebut, kelulusan peserta seleksi PPS ditentukan berdasarkan nilai akumulasi CAT dan wawancara.
“ Tidak benar itu kalau ada titip menitip lewat komisoner. Semua sesuai regulasi dan tahapan kakak. Siapa yang nilai akumulasinya tinggi dia yang lolos kakak. Lagian dalam pleno penetapan juga pak Mahrit dan ibu Fatimah tidak ada intervensi dalam penentuan kelulusan,” sebut Andhy. (DK)

Example 300250
Example 120x600