Ket foto : Bupati TTS Eduard Markus Lioe bersama para Bidan
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, secara resmi membuka Musyawarah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten TTS, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Aula Mutis, Kantor Bupati TTS, dan dihadiri pimpinan serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten TTS bersama para bidan.
Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi organisasi profesi bidan untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan program organisasi, serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di Kabupaten TTS.
Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh bidan yang selama ini telah mendedikasikan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu dan bayi.
Menurutnya, bidan memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu selama masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan setelah melahirkan. Peran tersebut juga penting dalam memastikan bayi mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai sejak awal kehidupan.
Karena itu, keberadaan tenaga bidan yang profesional dan memiliki komitmen pelayanan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten TTS.
Bupati berharap, melalui musyawarah tersebut, IBI Cabang Kabupaten TTS dapat membentuk kepengurusan yang solid, memiliki komitmen kuat, serta mampu menjalankan program organisasi secara efektif.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara IBI dan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS agar berbagai program pelayanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, dapat berjalan secara optimal.
“Melalui musyawarah ini, saya berharap terwujud kepengurusan yang solid, semakin kuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan, serta peningkatan mutu pelayanan kebidanan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” demikian harapan Bupati.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kebidanan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan ibu dan bayi serta pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan lebih baik.
Bupati juga berharap IBI Cabang Kabupaten TTS terus meningkatkan profesionalisme anggotanya, menjaga kualitas pelayanan, serta memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menginginkan agar organisasi profesi tersebut terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten TTS.
“Semoga Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten TTS semakin maju, profesional, dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat TTS yang sehat dan sejahtera,” harapnya.
Melalui pelaksanaan musyawarah ini, diharapkan IBI Cabang Kabupaten TTS semakin memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kompetensi tenaga bidan, mempererat solidaritas profesi, serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak.(Sys/ST)









