Example 728x250
BeritaCeritakuPendidikan

Dari Soe ke Magelang, Farel Koy Buktikan Anak Daerah Bisa Masuk SMA Taruna Nusantara

30
×

Dari Soe ke Magelang, Farel Koy Buktikan Anak Daerah Bisa Masuk SMA Taruna Nusantara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Farel Januar Koy 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Kisah inspiratif datang dari seorang putra daerah asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Farel Januar Koy. Siswa asal SMP Negeri 1 Soe ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan lolos Pantukhir SMA Taruna Nusantara angkatan ke-37.

Example 300x600

Di balik keberhasilannya, tersimpan perjuangan panjang yang penuh doa, kerja keras, dan pengorbanan. Farel yang berasal dari keluarga sederhana mengaku seluruh proses seleksi bukanlah perjalanan yang mudah. Ayahnya, Triyanto Yohanes Koy, dan ibunya, Honcy Ernesta Nomeni, diketahui bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Perjalanan menuju tahap ini dipenuhi doa, latihan, usaha, dan berbagai tantangan yang harus saya hadapi setiap hari. Tetapi saya terus berusaha percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik di setiap tahapan seleksi,” ungkap Farel.

Perjalanan menuju sekolah impiannya tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga mental, disiplin, dan konsistensi. Di tengah berbagai keterbatasan sebagai anak daerah, Farel membuktikan bahwa mimpi besar tetap dapat diraih dengan kerja keras dan tekad yang kuat.

Menariknya, di tengah penantian hasil akhir seleksi SMA Taruna Nusantara, Farel juga mengikuti seleksi SMA Unggul Garuda sebagai bentuk persiapan masa depannya. Bahkan, ia berhasil lolos hingga tahap 3 atau wawancara.

Namun, sebuah momen yang tidak pernah dilupakan terjadi setelah dirinya menjalani tes wawancara selama kurang lebih tiga jam. Di saat bersamaan, pengumuman hasil SMA Taruna Nusantara akhirnya diumumkan. Puji Tuhan, Farel dinyatakan lolos Pantukhir.

Dengan penuh keyakinan, ia kemudian mengambil keputusan besar: mengundurkan diri dari proses seleksi SMA Unggul Garuda sebelum hasil wawancara diumumkan.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Walaupun memiliki peluang untuk ditempatkan di Soe apabila lolos SMA Unggul Garuda, Farel tetap memilih SMA Taruna Nusantara karena merasa sekolah tersebut merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter dan cita-citanya.

“Bagi saya, SMA Taruna Nusantara bukan hanya tentang pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tempat untuk melatih diri menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh,” katanya.

Farel mengaku ingin keluar dari zona nyaman, belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, serta mendapatkan pengalaman yang lebih luas demi mempersiapkan masa depannya.

Ia percaya keputusan tersebut menjadi langkah terbaik dalam perjalanan hidupnya. Tidak hanya untuk membanggakan kedua orang tua, tetapi juga membawa nama baik Nusa Tenggara Timur melalui pendidikan dan prestasi yang akan diraihnya nanti.

“Mengikuti seleksi SMA Taruna Nusantara bukan hanya soal kelulusan, tetapi tentang belajar disiplin, membangun mental, melatih kerja keras, dan memiliki keberanian mengejar cita-cita,” tambahnya.

Kisah Farel kini menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di NTT, khususnya di Kabupaten TTS. Semangatnya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar.

Dari sebuah kota kecil di Soe menuju Magelang, Farel Januar Koy berhasil membuktikan bahwa anak daerah juga mampu bersaing dan menembus sekolah bergengsi tingkat nasional.

Dengan tekad kuat dan keberanian meninggalkan zona nyaman, Farel kini bersiap melangkah menuju masa depan baru sebagai bagian dari keluarga besar SMA Taruna Nusantara angkatan ke-37.(Sys)

Example 300250
Example 120x600