Example 728x250
BeritaEKONOMI

Jagung Nobi-Nobi Naik Kelas, Dari Murah Jadi Cuan

149
×

Jagung Nobi-Nobi Naik Kelas, Dari Murah Jadi Cuan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat berada di Desa Nobi-Nobi 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu 

SUARA TTS.COM | SOE – Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kini mulai naik kelas sebagai pusat pengembangan ekonomi desa berbasis produk unggulan. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong desa ini menjadi sentra emping jagung bernilai jual tinggi melalui program One Village One Product (OVOP).

Example 300x600

Komitmen tersebut disampaikan saat penutupan kegiatan pelatihan dan penyerahan alat produksi emping jagung bagi kelompok UMKM yang digelar Pemerintah Provinsi NTT, Kamis (7/5/2026).

Dalam program ini, masyarakat tidak hanya dilatih mengolah jagung, tetapi juga dibekali kemampuan pengemasan dan strategi pemasaran agar produk memiliki nilai tambah.

“Kita tidak mau masyarakat hanya jual bahan mentah. Jagung harus diolah, dikemas, dan dijual dengan nilai lebih tinggi supaya keuntungan kembali ke masyarakat,” tegas Melki.

Ia menjelaskan, jagung yang sebelumnya dijual sekitar Rp2.000 kini bisa meningkat menjadi Rp5.000 atau lebih setelah diolah menjadi emping dan dikemas secara menarik.

Menurutnya, kemasan dan pemasaran menjadi kunci peningkatan daya saing produk lokal. Karena itu, emping jagung Nobi-Nobi akan dipasarkan melalui jaringan NTT Mart agar dikenal lebih luas, bahkan berpotensi menjadi oleh-oleh khas daerah.

Tak hanya itu, Gubernur juga mendorong masyarakat membangun sistem usaha bersama yang berkelanjutan. Ia bahkan mengusulkan agar sebagian keuntungan usaha dapat disisihkan untuk pembangunan desa.

“Kalau usaha ini berkembang, desa juga harus ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Program OVOP sendiri menjadi strategi Pemprov NTT dalam mendorong setiap desa memiliki satu produk unggulan yang dapat dikembangkan secara konsisten dan berdaya saing.

“Kalau Nobi-Nobi sudah punya emping jagung, maka itu harus terus didorong sampai dikenal luas,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyambut baik program tersebut dan menyebutnya sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, selama ini potensi pertanian di TTS sangat besar, namun terkendala pada pemasaran dan distribusi.

“Kita tidak boleh lagi bingung menjual hasil bumi. Sekarang sudah ada jalur pemasaran yang mulai dibangun,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya legalitas produk, kualitas kemasan, serta standar produksi agar produk UMKM mampu bersaing di pasar modern.

Program pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menyasar empat kelompok UMKM di Desa Nobi-Nobi, yang kini mulai memproduksi emping jagung sebagai produk unggulan.

Dengan dukungan alat produksi, pendampingan, serta akses pasar, Desa Nobi-Nobi kini berada di jalur baru: dari sekadar penghasil jagung mentah menjadi desa dengan produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di NTT dalam mengembangkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(TIM).

 

Example 300250
Example 120x600