Example 728x250
BeritaPEMERINTAHAN

BBH Oelbubuk Disiapkan Jadi Agro-Eduwisata

32
×

BBH Oelbubuk Disiapkan Jadi Agro-Eduwisata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat berada di BBH Oelbubuk

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARATTS.COM | SOE – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau Balai Benih Hortikultura (BBH) Oelbubuk di Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (6/5/2026).

Example 300x600

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni bersama Bupati TTS Eduard Lioe menanam anakan rambutan sebagai simbol penguatan sektor hortikultura di daerah.

Pada kesempatan itu, Johni menegaskan bahwa BBH Oelbubuk tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi benih, tetapi juga harus dikembangkan menjadi pusat edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya petani.

“Balai benih ini jangan hanya fokus pada produksi, tetapi juga harus menjadi tempat edukasi, pelatihan, dan pembelajaran,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan balai benih secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani serta mendorong peningkatan produksi hortikultura di NTT.

Selain itu, BBH Oelbubuk dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agro-eduwisata yang menggabungkan sektor pertanian, edukasi, dan wisata.

“Kalau dikelola dengan baik, ke depan bisa menjadi tempat wisata pertanian sekaligus sarana belajar. Ini potensi yang harus kita dorong,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Billy Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa BBH Oelbubuk merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) yang berperan dalam penyediaan benih hortikultura bagi petani.

“Balai ini menyiapkan benih hortikultura seperti anakan jeruk, mangga, serta tanaman lainnya seperti sawo, durian, dan rambutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, balai benih hortikultura di NTT tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor hingga Rote, guna mendukung kebutuhan benih pertanian.

Namun demikian, BBH Oelbubuk yang memiliki luas sekitar 3,5 hektare ini masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, dengan jumlah tenaga kerja hanya enam orang.

“Kondisi ini cukup berat karena setiap petugas harus menangani area yang luas,” ujarnya.

Ke depan, balai tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kawasan agro-eduwisata dengan pembagian zona tanaman buah, sayur, tanaman hias hingga biofarmaka, sekaligus sebagai pusat pembelajaran dan penelitian.

Meski demikian, pengembangan masih terkendala keterbatasan anggaran. Dalam dua tahun terakhir, bantuan dari pemerintah pusat tidak tersedia sehingga pengelolaan lebih mengandalkan dukungan dari APBD.

Pemerintah berharap adanya dukungan kembali dari pemerintah pusat serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak melalui skema pentahelix guna mempercepat pengembangan BBH Oelbubuk sebagai pusat produksi benih sekaligus destinasi wisata pertanian unggulan di Kabupaten TTS.(Sys).

 

Example 300250
Example 120x600