Example 728x250
BeritaHUKUMPENDIDIKANPendidikan

Kepsek SD Inpres Tubuhue Simpan Uang 170 Juta Program Revitalisasi Dalam Karung,Disimpan di Lemari Pakaian

108
×

Kepsek SD Inpres Tubuhue Simpan Uang 170 Juta Program Revitalisasi Dalam Karung,Disimpan di Lemari Pakaian

Sebarkan artikel ini
SUARA TTS.COM/DionKota
Example 468x60
Ket Foto : Kepsek SD inpres Tubuhue, Nimroda Fallo

Laporan Reporter Suara TTS. COM, Dion Kota

SUARA TTS. COM | SOE – Aliansi rakyat anti korupsi (Araksi) menemukan sejumlah temuan saat melakukan advokasi di SD Inpres Tubuhe. Mulai dari pengelolaan dana BOS yang diambil alih kepala sekolah hingga berujung bendahara dana BOS mundur sampai uang senilai 170 juta dana program revitalisasi tahun 2025 yang disimpan kepala sekolah dalam karung dan disembunyikan di lemari pakaian miliknya.
Hal ini diungkapkan Alfred Baun selaku ketua Araksi dalam jumpa pers yang berlangsung di Kota Soe, Kamis 30 April 2026. Alfred menyebut, Araksi melakukan advokasi ke SD Inpres Tubuhue karena adanya pengaduan yang disampaikan komite sekolah dan sejumlah guru terkait pengelolaan dana Bos dan pembayaran honor sejumlah guru honorer yang terlambat.
Dari hasil advokasi, Araksi menemukan fakta jika dana BOS dikelola sendiri oleh kepala sekolah, Nimroda Fallo hingga berujung bendahara dana BOS tahun 2025 memundurkan diri.
“ Bendahara dana BOS tahun 2025 ibu Selan hanya nama saja, seluruh pengelolaan diambil alih kepala sekolah . Makanya bendahara dana BOS tahun 2025 memilih mundur,” ungkap Alfred.
Araksi juga menemukan belanja buku yang disebut tidak cocok sehingga tidak bisa digunakan.
“ Kepala sekolah belanja buku tidak sesuai sehingga para guru mengeluh karena tidak bisa digunakan,” ujarnya.
Selain itu program revitalisasi sekolah juga disebut Alfred diambil alih oleh kepala sekolah sendiri.
Bahkan, ada uang senilai 170 juta program revitalisasi yang disimpan kepala sekolah di rumahnya sendiri. Uang negara tersebut dimasukan dalam karung dan disembunyikan di dalam lemari pakaian lalu ditumpuk dengan pakian agar tidak terlihat.
“ Bendahara program revitalisasi mengaku diperintahkan kepala sekolah untuk antar uang 170 juta ke rumah kepala sekolah malam-malam. Uang itu lalu disembunyikan kepala sekolah di lemari pakaian,” beber Alfred.
Araksi juga menemukan adanya kelebihan anggaran program revitalisasi senilai 80 juta yang harus dikembalikan kepala sekolah kepada bendahara.
“ Setelah dihitung belanja barang, biaya tukang dan sisa material yang belum terbayar terdapat kelebihan yang 80 juta,” urai Alfred.
Terpisah, Kepala Sekolah SD Inpres Tubuhue enggan menjelaskan terkait pengelolaan dana BOS di sekolahnya. Ia beralasan, pemberian uang 15 juta kepada Alfred Baun hanya terkait program revitalisasi.
Dirinya tak membantah menyimpan uang dana revitalisasi di dalam karung dan disimpan di lemari pakaian dalam kamarnya. Uang itu menurutnya merupakan uang pajak dan dana manajemen program revitalisasi sekolah.
“ Pak Bendahara dan pengawas yang tiba-tiba datang malam hari ke rumah saya bawa itu uang. Bukan 170 juta , tapi 120 juta. Uangnya saya simpan di dalam karung lalu saya sembunyikan dalam lemari kamar. Saya taruh di laci bagian bawah lalu tumpuk dengan pakaian,” sebutnya.
“ Uangnya sudah saya kembalikan ke bendahara dan disaksikan oleh panitia pembangunan revitalisasi sekolah. Semua ada berita acaranya. Memang saat penyerahan kembali itu guru-guru maupun pihak Araksi tidak hadir,” sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Araksi, Alfred Baun dipolisikan Kepala sekolah dasar (SD) Inpres Tubuhue, Nimroda Fallo gara-gara meminta uang 15 juta dengan ancaman agar kasus tidak dilaporkan. Nimron bersama bendahara sekolah pada 3 Maret 2026 menyerahkan uang 15 juta yang dibungkus dalam kantong merah kepada Alfred Baun di kediaman Alfred Baun di Desa Tubuhue.
“ Pak Alfred telepon terus bendahara sekolah minta uang 15 juta kalau tidak ada kasus yang akan dilaporkan ke APH. Karena takut, Saya dan bendahara terpaksa ambil uang dari dana program revitalisasi lalu serahkan kepada Pak Alfred,” ungkap Nimron kepada awak media di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Kamis 30 April 2026.
Sebelum adanya permintaan uang tersebut diceritakan Nimroda, Alfred Baun bersama dua orang anggota Araksi pergi ke SDI Tubuhue guna melakukan advokasi terkait program revitalisasi senilai 612 juta tahun anggaran 2025.
“ Sebelum permintaan uang tersebut, Araksi ada ada datang ke sekolah minta data terkait program revitalisasi dan pengelolaan dana BOS. menurut Araksi ada sejumlah temuan dalam pengelolaan program tersebut. Tapi seluruhnya sudah kita selesaikan dan SPJ juga kini sudah tuntas,” sebutnya.
Terpisah, Alfred Baun membantah keras tuduhan pemerasan terhadap Kepsek SD Inpres Tubuhue. Ia menyebut, Kepsek dan bendahara menyerahkan uang tersebut atas inisiatif mereka sendiri dengan alasan ada berkat sedikit.
“ Tanggal 3 Maret itu mereka (Kepsek dan bendahara) yang telepon saya minta ketemu di rumah. Makanya saya terima mereka di rumah. Dalam pertemuan itu, mereka mengeluarkan uang senilai 15 juta dan taruh di atas meja bilangnya itu ada berkat sedikit,” terang Alfred. (DK)

Example 300250
Example 120x600