Ket foto : Nampak suasana open house Sekolah Unggul Garuda Kabupaten TTS
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – SMA Unggul Garuda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan Open House pada Sabtu (17/10/2026), dengan mengusung tema “Setahun Sekolah Garuda Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia”.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, serta aktivitas pembelajaran sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun pendidikan berkualitas guna mencetak generasi muda Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Manifes Zubayr, S.E., M.M., Ak., CA., Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK Katiman, unsur Pemerintah Kabupaten TTS, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Dalam laporannya, Kepala SMA Unggul Garuda TTS, Marta Mila Sugesti, menjelaskan bahwa sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Republik Indonesia.
Pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten TTS secara resmi dimulai pada 21 Maret 2026. Sekolah ini mulai beroperasi pada Juni 2026 dan saat ini memiliki 75 peserta didik yang didukung 17 guru serta lima tenaga kependidikan.
“Pada tahap awal operasional ini, kami berfokus pada pelaksanaan pembelajaran, penguatan tata kelola sekolah, serta pembentukan karakter dan budaya peserta didik,” ungkap Marta.
Ia menegaskan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan potensi peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya talenta-talenta unggul.
Marta juga menyampaikan bahwa peserta didik SMA Unggul Garuda TTS telah mengikuti kompetisi riset internasional di Yogyakarta. Dalam kompetisi tersebut, para siswa mengangkat gagasan yang berkaitan dengan potensi dan kebutuhan daerah TTS.
Dua gagasan yang dikembangkan meliputi pembuatan biobusa untuk membantu penanganan kebakaran lahan serta aplikasi untuk memperkenalkan wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten TTS. Pihak sekolah berharap karya tersebut dapat meraih hasil terbaik dalam kompetisi itu.
Selain riset, peserta didik juga mengikuti kompetisi seni lukis internasional yang diselenggarakan Santama. Hasil kompetisi tersebut dijadwalkan diumumkan pada Desember mendatang.
Menurut Marta, tema kompetisi seni lukis turut diintegrasikan dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat mengembangkan kreativitas sekaligus menghasilkan karya yang relevan dengan proses pendidikan.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan SMA Unggul Garuda membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Kami berharap kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat demi kemajuan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan PBJ Kemdiktisaintek, Manifes Zubayr, mengatakan kegiatan Open House tidak sekadar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan dan aktivitas sekolah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan berkualitas.
Ia menegaskan, Sekolah Garuda diharapkan menjadi bagian penting dalam menyiapkan talenta terbaik bangsa, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Melalui pendidikan berkualitas, generasi muda Indonesia diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Manifes juga mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, terus mengembangkan kemampuan, berani berinovasi, serta meningkatkan daya saing.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Katiman, menekankan perhatian Presiden Republik Indonesia terhadap pembangunan sektor pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan sekolah unggulan merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Katiman juga mendorong peserta didik untuk belajar dengan tekun, memanfaatkan fasilitas pendidikan yang tersedia, serta mengembangkan kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Denny Nubatonis, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan unggulan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah memandang kehadiran SMA Unggul Garuda sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia TTS sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.
Ia berharap keberadaan sekolah tersebut dapat mendorong lahirnya peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, serta kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas, termasuk di tingkat internasional.
Pemerintah Kabupaten TTS juga mengharapkan adanya koordinasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraan pendidikan di daerah semakin maju.
Melalui kegiatan Open House ini, SMA Unggul Garuda TTS diharapkan semakin dikenal masyarakat dan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan talenta muda di Nusa Tenggara Timur.(Sys/ST)

















