Ket foto : Nampak asap mengepul saat kebakaran di Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Kelurahan Naikoten I
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,TIM
SUARA TTS.COM | KUPANG – Panti Asuhan Guardian Holy Angel yang berada di RT009/RW004 Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ludes terbakar pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.
Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari Ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada meteran listrik di bagian depan bangunan. Api kemudian dengan cepat merambat ke bagian dalam melalui plafon rumah yang mudah terbakar.
Salah seorang warga Naikoten I, Yustus Lamaleta, mengatakan percikan api pertama kali terlihat berasal dari kabel listrik di sekitar meteran.
“Percikan api di kabel, dia naik sampai di kamar depan itu. Mungkin ada spon. Di situ dia punya plafon terbakar,” katanya.
Ia menyebut warga sempat mengevakuasi para suster dan penghuni panti sebelum api membesar.
“Baru sempat orang kasih keluar suster dong dari situ. Dia pung penyebab itu cuma kabel meteran listrik,” ujarnya.
Menurut Yustus, saat kejadian seluruh penghuni berada di dalam panti. Beruntung, banyak warga berada di sekitar lokasi karena sedang menghadiri prosesi pemakaman sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat.
“Penghuni semua aman karena orang berlomba-lomba melakukan penyelamatan. Penghuni panti dievakuasi lebih dulu, kemudian kendaraan diangkat ke jalan,” katanya.
Ia menambahkan, kobaran api cepat membesar akibat angin kencang yang terjadi saat kebakaran berlangsung. “Api cepat sekali membesar karena angin sangat kencang waktu itu,” tambahnya.
Keterangan serupa disampaikan warga lainnya, Steven Pello. Ia menduga kebakaran dipicu gangguan listrik karena api menyebar sangat cepat dari bagian depan bangunan.
“Saya kebetulan ikut pemakaman di sekitar sini. Kebakaran ini kemungkinan karena listrik karena apinya cepat sekali membesar dan merambat dari depan melalui plafon,” ujarnya.
Steven mengaku ikut membantu menyelamatkan barang-barang milik penghuni panti saat api masih mengeluarkan asap tebal.
“Saya masuk saat masih berasap. Pakaian dan barang-barang yang ada di depan langsung saya angkat ke bawah,” katanya.
Sementara itu, salah seorang penghuni panti, Yanse Lasa, mengatakan api pertama kali terlihat dari kamar depan.
“Ada kasur yang terbakar di kamar depan,” ujar siswa SMKN 5 Kupang itu.
Yanse menyebut jumlah penghuni panti sebanyak 18 anak, terdiri dari enam anak perempuan dan sisanya laki-laki.
Pantauan di lokasi, dua unit mobil pemadam kebakaran Kota Kupang dan satu truk tangki air dikerahkan untuk memadamkan api.
Kapolsek Kota Raja, Frids Mada, bersama anggota juga tampak berada di lokasi untuk membantu proses penanganan dan pengamanan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material akibat kebakaran diperkirakan cukup besar.(Sys/ST).

















