Example 728x250
BeritaPEMERINTAHANPENDIDIKAN

Perayaan Hardiknas, Penjabat Sekda TTS Ingatkan Para Kepsek Terkait Batas Akhir RKAS BOPS

1458
×

Perayaan Hardiknas, Penjabat Sekda TTS Ingatkan Para Kepsek Terkait Batas Akhir RKAS BOPS

Share this article
Example 468x60

Ket. Foto : Nampak suasana penyambutan Plt Sekda TTS, Johanis Lakapu sebelum memimpin upacara memperingati Hardiknas Tingkat Kec Batu Putih

Laporan Reporter SUARA TTS. COM, DionKota

Example 300x600

SUARA TTS. COM | SOE – Plt Sekda TTS, Johanis Lakapu menjadi inspektur upacara dalam perayaan hari pendidikan nasional (Hardiknas) di SMP Satap Boentuka, Kamis 2 Mei 2024. Dalam moment perayaan tersebut, Plt Sekda sempat menyinggung terkait batas akhir penyampaian verifikasi dan persetujuan RKAS BOSP Tahun 2024 pada 8 Mei 2024 mendatang.
“ Untuk para kepala sekolah, mulai tingkat TK/PAUD, SD dan SMP untuk segera menyelesaikan verifikasi dan persetujuan RKAS BOSP Tahun 2024. Batas akhir penyampaian di tanggal 8 Mei 2024. Untuk itu diminta Kepsek, Bendahara dan operator hadir langsung di Dinas dengan membawa Laptop masing-masing untuk menyelesaikan RKAS BOSP,” Pinta Plt Sekda.
Dalam amanatnya, Plt Sekda membaca sambutan menteri pendidikan RI. Menteri pendidikan menyebut, Lima tahun terakhir sebagai waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan Kemendikbudristek.
Menteri Nadiem Makarim mengatakan, Sebagai pemimpin gerakan Merdeka Belajar, pihaknya menyadari tantangan dan kesempatan yang dimiliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.
“ Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.
Kemudian, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi. Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastisada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat,” tulis Nadiem dalam sambutannya yang dibacakan Plt Sekda TTS.
Ombak kencang dan karang tinggi dikatakan Nadiem, telah dilewati bersama. Kini, sudah mulai dirasakan perubahan. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang dibangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar.
“ Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi,” sebutnya.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Dirinya menyebut, saat ini pendidikan Indonesia sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi menjadu tugas bersama untuk menyelesaikn yang belum selesai.
“ Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan.Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar. Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan. Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan,” pungkas Nadiem.
Hadir dalam upacara Hardiknas tingkat Kecamatan Batuputih, Camat dan staf kecamatan batu putih, para kepala sekolah TK,SD, SMP bersama guru dan siswa-siswi (khusus sekolah-sekolah dekat lokasi kegiatan) Kepsek SMA/SMK dan kepala desa Boentuka bersama perangkat desa.
(DK)

Example 300250
Example 120x600