Example 728x250
Berita

Perumda Air Minum Soe Tidak Profesional 

1831
×

Perumda Air Minum Soe Tidak Profesional 

Share this article
Example 468x60

Ket foto : Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Nikolas Soru 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

Example 300x600

SUARA TTS.COM | SOE – Pengelolaan air minum oleh Perumda Air Minum Soe, Kabupaten TTS dinilai tidak profesional. Pasalnya nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

Bagaimana tidak, pelanggan Perumda air minum Soe sesuai data yang dipegang komisi II DPRD TTS 6.900 lebih. Dari jumlah pelanggan tersebut, jika dihitung biaya beban saja yakni Rp 30.000/ bulan maka dalam satu tahun Perumda air minum Soe dapat memperoleh pendapatan senilai Rp 2,4 miliar lebih.

Sementara PAD yang ditargetkan hanya senilai Rp 300 juta/tahun. Untuk itu, PDAM Soe diibaratkan mencuri sapi dan jual namun mengalami kerugian.

Wakil ketua DPRD TTS, Yusuf Nikolas Soru kepada wartawan,Senin 29 April 2024 mengatakan Perumda air minum Soe seyogyanya memiliki dua fungsi yakni fungsi pelayanan dan fungsi profit. Dari ketua fungsi itu, DPRD TTS menilai gagal total karena sampai hari ini masih banyak pelanggan mengeluh soal tidak memperoleh air. Sementara fungsi bisnisnya juga tidak berjalan, karena hanya menghitung biaya beban saja PDAM Soe telah memperoleh keuntungan.

“Air Bonleu saja diperkirakan 30 liter per detik. Sementara Perumda air minum Soe memiliki beberapa sumber air. Jadi kita sepertinya butuh konsultan teknis, untuk hitung volume air yang masuk dan volume air yang dijual, sehingga kita bisa tahu apakah sinkron atau tidak,” ujar Yusuf.Ket foto : Ketua Komisi II DPRD TTS

Sementara Ketua Komisi II DPRD TTS, Semuel D.Y. Sanam mengatakan pada tahun 2023 PDAM Soe ditetapkan sebagai Perusahaan Daerah (Perumda). Karena ditetapkan menjadi Perumda maka sesuai regulasi patut dikenakan beban PAD.

Target PAD untuk Perumda air minum Soe, dua tahun berturut-turut senilai Rp 300 juta. Meski demikian, sesuai penjelasan Perumda bahwa setiap tahun Perumda Soe melakukan Rapat Akhir Tahunan (RAT) dan setelah melakukan RAT, baru akan menyetor target PAD yang ditetapkan, sehingga pihaknya belum mengkonfirmasi apakah target PAD yang dikenakan telah disetor ke rekening khas daerah ataukah belum.

“Untuk mengetahui pengelolaan Perumda air minum Soe, kami sudah berulang kali minta dokumen, bahkan saat rapat banggar juga diminta tapi sampai sekarang belum kami dapat,” ujar Samuel.

Sementara itu, Direktur Perumda air minum Soe, Lely Hayer ketika hendak dikonfirmasi wartawan mengaku sedang ada rapat dan setelah Zoom mengikuti acara pemakaman, sehingga tidak bisa menemui wartawan.(Sys).

Example 300250
Example 120x600