Example 728x250
Berita

Ring Tinju Jadi Panggung Solidaritas untuk Flores

5
×

Ring Tinju Jadi Panggung Solidaritas untuk Flores

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto ; Nampka Wagub NTT Johni Asadoma berhadapan dengan Daud Yordan 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,TIM

SUARA TTS.COM | KUPANG – Ring tinju menjadi panggung solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa. Di sela-sela Open Sparing Tinju Anak dan Remaja NTT dalam rangkaian Pameran Pembangunan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama legenda tinju Indonesia Daud Yordan turun langsung dalam Laga Amal dan Open Donasi Bencana Flores, Minggu (16/8) malam.

Example 300x600

Laga amal tersebut mempertemukan Johni Asadoma dan Daud Yordan, bersama sejumlah atlet tinju NTT yang sedang dipersiapkan menuju PON 2028 NTT-NTB, yakni Alex Aldiste, Eman Maubere, dan Jeriko Daud.

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan “NTT Peduli Gempa Flores”, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.

Sebelum laga dimulai, Johni Asadoma mengajak masyarakat yang hadir untuk menjadikan pertandingan tersebut sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.

“Kita hadir di sini untuk menunjukkan rasa solidaritas kita, untuk ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di Flores. Kita semua berduka dan bersedih. Hati kita turut berduka dan bersimpati dengan saudara-saudara kita di Flores,” ujar Johni.

Menurutnya, laga tersebut bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi merupakan sparing amal yang diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

“Saya mohon kita bisa bersolidaritas, menyumbang sesuai kemampuan kita. Kita berdoa agar musibah ini bisa segera diatasi, para korban bisa mendapatkan bantuan dan pulih kembali,” katanya.

Johni kemudian mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menundukkan kepala sejenak dan mendoakan masyarakat Flores yang terdampak bencana agar diberikan kekuatan dan penghiburan.

“Semoga saudara-saudara kita diberikan kekuatan dan penghiburan dari seluruh warga NTT dan seluruh warga Indonesia,” ujarnya.

Salah satu laga yang mendapat perhatian besar adalah ketika Johni Asadoma berhadapan langsung dengan Daud Yordan.

Pertandingan berlangsung selama dua ronde dalam suasana penuh semangat dan sportivitas. Pada ronde pertama, Daud Yordan sempat terjatuh setelah terkena pukulan Johni Asadoma.

Daud kemudian bangkit kembali sambil tersenyum, menciptakan suasana hangat di tengah pertandingan amal tersebut.

Pertarungan dua figur yang sama-sama memiliki sejarah panjang dalam dunia tinju Indonesia itu menunjukkan bahwa ring dapat menjadi tempat bertanding sekaligus ruang untuk berbagi kepedulian.

Usai pertandingan, Daud Yordan kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan donasi bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Selain menggalang solidaritas untuk korban gempa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperlihatkan proses pembinaan atlet tinju NTT menuju PON 2028 NTT-NTB.

Daud Yordan secara khusus menyaksikan pertandingan para petinju muda NTT yang tampil dalam Open Sparing Tinju Anak dan Remaja. Ia menilai NTT memiliki tradisi panjang dalam melahirkan petinju-petinju berprestasi.

“Saya optimis dan sangat yakin. NTT dari zaman ke zaman banyak melahirkan legenda-legenda tinju. Saya yakin prestasi untuk PON 2028, tinju akan menjadi juara,” kata Daud.

Optimisme tersebut disampaikan berdasarkan potensi yang dimiliki NTT serta tradisi tinju yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi.

Kepada para petinju muda, Daud berpesan agar tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi membangun prestasi melalui disiplin, motivasi, dan kemampuan mengatur waktu.

“Tanamkan disiplin yang tinggi. Tiru senior-senior tinju dari NTT. Motivasi dan semangat yang tinggi untuk meraih prestasi. Dengan disiplin kita bisa mengatur target dan mengatur waktu untuk meraih prestasi,” pesannya.

Keberadaan para petinju muda NTT dalam laga amal tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses mengasah mental dan pengalaman bertanding atlet yang dipersiapkan menuju PON 2028.

Bagi Alex Aldiste, laga bersama Daud Yordan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari salah satu petinju terbaik Indonesia. Sementara Eman Maubere yang telah memiliki pengalaman PON kini kembali dipersiapkan untuk memperkuat kontingen NTT pada PON 2028.

Pertemuan Johni Asadoma dan Daud Yordan dengan para petinju muda NTT malam itu memperlihatkan satu pesan penting bahwa prestasi tidak lahir secara tiba-tiba.

Ada tradisi, pembinaan, latihan, disiplin, pengalaman bertanding, serta keteladanan dari generasi sebelumnya yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.

Johni Asadoma sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah tinju Indonesia, sementara Daud Yordan dikenal sebagai salah satu petinju profesional Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Kehadiran keduanya di tengah para atlet muda NTT menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengalaman para legenda dengan semangat generasi penerus.

Di tengah persiapan menuju PON 2028, NTT tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin menyiapkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di kandang sendiri.

Laga amal tersebut akhirnya membawa pesan yang lebih besar dari sekadar pertandingan. Dari ring tinju, NTT menunjukkan kepedulian dan solidaritas untuk Flores yang sedang menghadapi bencana.

Di saat yang sama, dari ring tersebut pula lahir harapan agar tradisi tinju NTT terus berlanjut dan mampu melahirkan prestasi pada PON 2028.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600