Ket foto : Nampak sarana penyaluran BBM di Flores
Laporan Reporter SUARA TTS.COM,TIM
SUARA TTS.COM | KUPANG – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap aman setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina langsung melakukan pengecekan terhadap sarana dan fasilitas penyaluran BBM di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai Raya dan daerah lainnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh lembaga penyalur BBM berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kerusakan pada sarana utama.
“Pertamina menyampaikan keprihatinan atas gempa yang terjadi di NTT. Kami terus melakukan pengecekan dan memastikan seluruh sarana penyaluran BBM dalam kondisi aman,” kata Ahad.
Meski kondisi sarana secara umum dinyatakan aman, Pertamina menghentikan sementara operasional sejumlah lembaga penyalur sebagai langkah antisipasi. Pelayanan akan kembali dibuka setelah proses pemeriksaan selesai dan fasilitas dinyatakan aman untuk beroperasi.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau dampak gempa, termasuk potensi gangguan kelistrikan serta longsor yang terjadi di sejumlah titik pada ruas jalan Trans Ende-Bajawa.
Untuk wilayah Reo, Pertamina memastikan ketahanan stok energi masih tersedia. Stok Avtur tercatat sekitar sembilan hari, Biosolar enam hari, Pertamina Dex empat hari, Pertamax lima hari dan Pertalite lima hari.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta mengacu pada informasi resmi pemerintah dan Pertamina terkait ketersediaan BBM maupun perkembangan layanan energi di wilayah terdampak,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan energi, Pertamina melalui program Pertamina Peduli juga menyiapkan bantuan bagi sekitar 1.000 pengungsi yang berada di Posko Bencana Reo.
Bantuan yang disiapkan meliputi makanan siap santap, beras, minyak goreng, susu, air mineral, roti, tenda darurat, terpal, selimut, hygiene kit hingga obat-obatan.
“Kami terus melakukan pemeriksaan sarana dan fasilitas secara berkala serta memperkuat koordinasi di wilayah terdampak guna memastikan layanan energi dapat kembali berjalan secara aman dan bertahap,” kata Ahad.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58 WITA.
Berdasarkan data BNPB hingga pukul 12.30 WIB, bencana tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan.
Pertamina memastikan pemantauan terhadap kondisi sarana dan distribusi energi di wilayah terdampak akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus mengutamakan aspek keselamatan.

















