Example 728x250
BeritaOLAHRAGA

Tiga Wasit Asal TTS Langsung Pimpin Kejurnas,Usai Ikut Pelatihan Lisensi B

13
×

Tiga Wasit Asal TTS Langsung Pimpin Kejurnas,Usai Ikut Pelatihan Lisensi B

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto ; Nampak Ketua PTMSI Kabupaten TTS  Sefrits Nau bersama tiga wasit asal TTS

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang tenis meja.

Example 300x600

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengirim tiga orang wasit untuk mengikuti pelatihan wasit lisensi B yang berlangsung di Bywalk Mall Pluit, Jakarta, pada 19–20 September 2026.

Ketiga wasit asal Kabupaten TTS tersebut yakni Fred Tefa, Erni Kause dan Yodominggus Mobubung.

Menariknya, usai mengikuti pelatihan, ketiganya langsung mendapat kesempatan untuk memimpin pertandingan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja yang berlangsung pada 21–28 September 2026.

Ketua PTMSI Kabupaten TTS, Sefrits Nau, mengatakan hal tersebut saat ditemui wartawan, Selasa (22/9/2026), di Kantor DPRD Kabupaten TTS.

Menurut Sefrits, kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi ketiga wasit untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah jam terbang dalam memimpin pertandingan tenis meja berskala nasional.

“Kita berharap para wasit dapat tampil baik dan ke depan bisa mengikuti pelatihan lanjutan, sehingga dapat memiliki kesempatan untuk memimpin pertandingan di ajang PON,” ujar Sefrits.

Ia menjelaskan, saat ini PTMSI Kabupaten TTS memiliki sejumlah wasit dengan tingkatan lisensi yang berbeda.

Untuk wasit lisensi D tercatat sebanyak 10 orang, sementara lisensi C sebanyak enam orang. Sedangkan wasit dengan lisensi A saat ini baru berjumlah tiga orang.

Selain meningkatkan kualitas wasit, PTMSI Kabupaten TTS juga turut memberikan kontribusi terhadap kontingen tenis meja Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengikuti Kejurnas.

Empat atlet asal Kabupaten TTS tercatat masuk dalam kontingen tenis meja NTT dan akan bertanding dalam Kejurnas tersebut.
Keempat atlet itu yakni Anjelo Roy Babys, Xandrina B. Babys, Gradi Hermanda Banunaek dan Griselda Putri Banunaek.

Sefrits berharap keempat atlet tersebut dapat tampil maksimal dan memberikan kemampuan terbaik selama bertanding.

“Kita berharap empat atlet ini bisa tampil maksimal. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting mereka sudah mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat nasional,” katanya.

Di sisi lain, Sefrits mengakui bahwa PTMSI Kabupaten TTS masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk mendukung berbagai program pembinaan atlet maupun peningkatan kapasitas wasit.

Untuk tahun 2026, PTMSI Kabupaten TTS mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui KONI sebesar Rp25 juta.

Dana tersebut digunakan untuk sejumlah kegiatan, antara lain seleksi atlet tingkat Kabupaten TTS, pengiriman enam atlet mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), pengadaan perlengkapan pertandingan, kebutuhan organisasi lainnya serta pelatihan wasit tingkat provinsi.

Menurutnya, anggaran tersebut masih sangat terbatas apabila harus membiayai kegiatan berskala nasional, seperti pelatihan wasit nasional maupun pengiriman atlet untuk mengikuti Kejurnas.

“Untuk kegiatan pelatihan wasit nasional dan pengiriman atlet mengikuti Kejurnas, saat ini PTMSI masih sangat minim anggaran,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan dukungan terhadap pembinaan tenis meja di Kabupaten TTS dapat terus ditingkatkan, sehingga atlet dan wasit asal TTS memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan tampil pada berbagai ajang bergengsi di tingkat nasional.(Sys)

Example 300250
Example 120x600