Example 728x250
BeritaEKONOMI

Disperindagkop TTS Turun ke Toko Bangunan, Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Semen

14
×

Disperindagkop TTS Turun ke Toko Bangunan, Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Semen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ket foto : Nampak petugas dari Dinas Perindagkop saat mendatangi salah satu toko bangunan 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah toko bangunan di wilayah TTS, Jumat (6/11/2026).

Example 300x600

Monitoring tersebut dilakukan menyusul kenaikan harga semen dan sejumlah bahan bangunan lainnya yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perindagkop TTS, Yusak Banunaek, mengatakan pihaknya turun ke lapangan untuk memantau perkembangan harga sekaligus mencari tahu penyebab kenaikan harga bahan bangunan yang dikeluhkan masyarakat.

“Monitoring harga barang penting, khususnya bahan bangunan dan lainnya,” ujar Yusak kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pemilik usaha dan toko bahan bangunan, kenaikan harga sejumlah bahan bangunan diduga berkaitan dengan terganggunya pasokan dari luar daerah.

Menurut Yusak, salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga adalah keterlambatan pengiriman bahan bangunan dari luar daerah ke NTT.

Selain itu, lamanya antrean kapal dalam proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau, Kupang, juga disebut menjadi salah satu faktor yang berdampak terhadap kelancaran distribusi bahan bangunan menuju TTS.

“Dari informasi yang kami peroleh dari pemilik usaha atau toko bahan bangunan, kenaikan ini disebabkan terlambatnya pengiriman bahan bangunan dari luar daerah dan lamanya antrean kapal dalam proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang,” jelasnya.

Hasil monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, terutama terkait ketersediaan stok dan perkembangan harga bahan bangunan.

Sebelumnya, harga semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten TTS dilaporkan mengalami kenaikan hingga berada pada kisaran Rp62.500 sampai Rp70.000 per sak.

Kenaikan harga tersebut juga diikuti dengan keterbatasan stok. Sejumlah toko bahkan membatasi jumlah pembelian konsumen karena mengaku kesulitan memperoleh pasokan.

Kondisi ini sebelumnya mendapat perhatian dari Ketua Komisi II DPRD TTS, Semuel D.Y. Sanam. Ia meminta pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap rantai pasok semen.

Semuel menilai persoalan distribusi perlu ditelusuri dari tingkat daerah hingga jalur pasokan dari luar daerah untuk memastikan penyebab sebenarnya dari kelangkaan dan kenaikan harga semen.

Ia juga meminta pemerintah memastikan tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat, termasuk dugaan penimbunan di sepanjang rantai distribusi.

Dengan adanya monitoring langsung oleh Dinas Perindagkop TTS, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasokan, harga dan distribusi bahan bangunan di daerah.

Pemerintah juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk instansi di tingkat provinsi dan pengelola pelabuhan, apabila hambatan distribusi memang terjadi akibat keterlambatan pengiriman dan antrean bongkar muat di Pelabuhan Tenau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan bangunan sekaligus mencegah kenaikan harga yang semakin membebani masyarakat dan para pelaku usaha konstruksi di Kabupaten TTS.(Sys/ST)

Example 300250
Example 120x600