Ket foto : Nampak Bupati TTS Eduard Markus Lioe saat melepas bantuan dari Kabupaten TTS menuju Kupang
Laporan Reporter SUARA TTS.COM, Erik Sanu
SUARA TTS.COM | SOE – Solidaritas masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk saudara-saudara yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores terus mengalir.
Pemerintah Kabupaten TTS bersama DPRD, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi, serta berbagai elemen masyarakat berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan berupa uang tunai dan kebutuhan pokok.
Hingga Selasa (18/8/2026), total bantuan uang tunai yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp164.960.500.
Selain uang tunai, masyarakat juga menyerahkan berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras sebanyak 5 ton 45 kilogram, pakaian layak pakai, popok bayi, kebutuhan wanita, minyak goreng, kopi, gula, perlengkapan tidur, air mineral, mie instan, kebutuhan lansia, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Bantuan tersebut kemudian dikirim dalam kloter pertama sebanyak tiga truk menuju BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengiriman bantuan dilakukan Pemerintah Kabupaten TTS bersama pimpinan dan anggota DPRD TTS, jajaran Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam aksi solidaritas kemanusiaan tersebut.
Setelah tiba di BPBD Provinsi NTT, bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan untuk dikirim menggunakan kapal laut menuju wilayah-wilayah terdampak bencana di Flores dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang terkumpul merupakan bentuk nyata kepedulian, empati dan solidaritas masyarakat TTS terhadap sesama warga NTT yang sedang menghadapi musibah.
“Duka saudara kita di Flores adalah duka kita bersama. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, nilainya sangat berharga dan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa masyarakat TTS turut merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami warga di wilayah terdampak bencana.
“Kalian tidak sendirian. Kami berdiri bersama kalian, berdoa untuk kalian, dan berusaha meringankan beban kalian sebisa kami,” katanya.
Bupati berharap bantuan yang dikirim melalui BPBD Provinsi NTT dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran dan transparan, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
Ketua DPRD Kabupaten TTS, Mordekai Liu, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan masyarakat TTS menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat NTT, terutama ketika saudara-saudara sedang menghadapi musibah.
“Walaupun berbeda suku, budaya, adat dan bahasa, kita tetap bersaudara. Kita Flobamora, kita Nusa Tenggara Timur, dan kita Indonesia,” demikian pesan solidaritas tersebut.
Dalam aksi tersebut, berbagai elemen turut mengambil bagian, di antaranya Pemerintah Daerah Kabupaten TTS, DPRD TTS, Polres TTS, Kodim 1621/TTS, Pengadilan Negeri Soe, Rutan Kelas IIB Soe, Kejaksaan Negeri Soe, Yonif TP 929/Meo Matane Mutis, FORWAN TTS, BUMN, BUMD, serta seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten TTS melalui gerakan donasi Rp10.000.
Pengumpulan bantuan kemanusiaan untuk Flores masih terus berlangsung hingga 24 Agustus 2026.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyerahkan bantuan melalui Posko Peduli Kasih untuk Flores yang berlokasi di samping SMA Efata Soe, kawasan Tugu Lilin.
Pengumpulan bantuan juga tidak menutup kemungkinan dilanjutkan dengan pengiriman kloter kedua, apabila bantuan yang terkumpul kembali mencukupi.
Pemerintah Kabupaten TTS mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Aksi solidaritas ini diharapkan menjadi bukti bahwa di tengah musibah, masyarakat NTT mampu berdiri bersama, saling menguatkan dan membantu saudara yang membutuhkan.
(Sys/ST)

















